Terminal Petikemas Perluas Kapasitas dengan Crane dari Tiongkok

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang terus berupaya meningkatkan kapasitas operasionalnya guna mengantisipasi lonjakan volume petikemas. Terbaru, perusahaan menambah satu unit Quay Container Crane (QCC) berjenis Post Panamax.

Crane baru ini tiba di Pelabuhan Panjang pada Kamis (14/5) lalu, diangkut menggunakan kapal MV Zheng Hua 37 yang berasal dari China. Penambahan ini menjadikan total QCC yang dimiliki IPC TPK Area Panjang kini berjumlah empat unit.

Langkah strategis ini merupakan respons terhadap pertumbuhan volume arus petikemas yang signifikan. Tercatat, volume petikemas mengalami peningkatan sebesar 24 persen pada tahun sebelumnya.

Manager IPC TPK Area Panjang, Anang Subagyono, menjelaskan bahwa penambahan QCC ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Selain itu, ini juga berkontribusi dalam memperkuat rantai logistik nasional, khususnya di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Kami berkomitmen untuk memastikan IPC TPK Panjang dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujar Anang pada Senin (18/5/2026).

Peningkatan kapasitas operasional ini selaras dengan tren positif pertumbuhan arus petikemas di IPC TPK Panjang. Sepanjang tahun 2025, terminal ini berhasil mencatat volume arus petikemas sebesar 128.675 TEUs.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 24 persen dibandingkan tahun 2024, yang mencatat volume 103.700 TEUs. Pertumbuhan ini menunjukkan geliat ekonomi yang positif di wilayah tersebut.

Crane raksasa ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni. Dengan jenis Post Panamax, crane ini memiliki jangkauan (outreach) sepanjang 45 meter. Jangkauan ini memungkinkan crane untuk melayani hingga 16 hingga 17 baris petikemas di sisi kapal.

Baca juga : Ide Kebun Kacang Panjang Bertingkat untuk Halaman Kecil, Hasil Panen Melimpah

Keunggulan ini sangat krusial dalam mendukung efisiensi bongkar muat. Crane ini dapat menangani kapal-kapal dengan kapasitas petikemas yang lebih besar, mempercepat proses sandar dan lepasnya kapal.

Setelah tiba di Pelabuhan Panjang, tim teknis IPC TPK akan segera melakukan serangkaian proses. Tahap awal adalah penurunan crane dari kapal ke dermaga (rolling-off). Proses ini membutuhkan kehati-hatian dan presisi tinggi.

Selanjutnya, crane baru ini akan melalui tahapan instalasi sistem. Setelah itu, dilakukan uji beban atau commissioning test untuk memastikan semua fungsi berjalan optimal dan aman.

Tahap akhir sebelum dioperasikan secara penuh adalah integrasi dengan sistem operasional terminal (TOS). Integrasi ini memastikan crane baru dapat bekerja harmonis dengan sistem manajemen pelabuhan yang sudah ada.

Anang Subagyono menambahkan bahwa investasi pada infrastruktur modern ini diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi regional. Pelabuhan Panjang memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama di Sumatera Bagian Selatan.

“Kedatangan unit QCC Post Panamax ini menandai babak baru modernisasi di Pelabuhan Panjang. Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang kami miliki tidak hanya mampu menopang tren peningkatan operasional saat ini, tetapi juga siap menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kelancaran arus logistik nasional di wilayah Lampung dan sekitarnya,” tegasnya.

Dengan penambahan QCC ini, IPC TPK Area Panjang memperkuat posisinya sebagai salah satu terminal petikemas terkemuka di Indonesia. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi efisiensi logistik dan perekonomian daerah.