Tiga Perusahaan Indonesia Sediakan Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah mengambil langkah strategis untuk memastikan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji 2026. Melalui kerjasama dengan tiga perusahaan terkemuka dari Indonesia, Kemenhaj akan menyediakan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi para jemaah.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kemenhaj untuk menghadirkan cita rasa nusantara kepada jemaah di tanah suci. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa total terdapat lima perusahaan yang terlibat dalam penyediaan konsumsi ini. Tiga di antaranya berasal dari Indonesia, sementara dua lainnya merupakan perusahaan yang beroperasi di Arab Saudi.

Tiga perusahaan Indonesia yang dipercaya untuk tugas penting ini adalah PT Halalan Thayyiban Indonesia, PT Indo Niaga Agro, dan PT Laukita Bersama Indonesia. Peran mereka sangat krusial dalam memastikan ketersediaan makanan yang layak dan sesuai standar bagi jemaah.

Makanan siap santap ini akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap di Makkah. Pendistribusian ini akan dilakukan dua kali, yaitu sebelum jemaah berangkat menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf, dan setelah jemaah kembali dari Mina setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di sana.

Baca juga : Pantau Hilal Awal Zulhijah di 88 Titik Jelang Idul Adha

Jaenal Effendi menekankan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia yang terlibat telah memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Mereka tidak hanya mengantongi sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) di Arab Saudi.

“Kami memastikan makanan yang disediakan sesuai standar Indonesia dan standar Saudi,” ujar Jaenal Effendi, menegaskan komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Tujuan utama dari pelibatan perusahaan Indonesia ini adalah untuk memberikan jaminan bahwa jemaah haji Indonesia akan tetap menikmati hidangan dengan cita rasa khas Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa familiar di tengah suasana ibadah yang khusyuk.

Jadwal distribusi makanan siap santap telah ditetapkan dengan cermat. Jemaah akan menerima paket makanan pada tanggal 7 Dzulhijjah, kemudian pada pagi hari tanggal 8 Dzulhijjah. Selanjutnya, distribusi kedua akan dilakukan pada tanggal 13 Dzulhijjah 1447 H. Jika dikonversikan ke kalender Masehi, tanggal-tanggal tersebut jatuh pada 24 Mei, 25 Mei pagi, dan 30 Mei 2026.

Dengan demikian, jemaah akan mendapatkan asupan makanan yang memadai sebelum mereka bergerak ke Arafah untuk menunaikan salah satu rukun haji terpenting, yaitu wukuf. Mereka juga akan kembali menerima konsumsi setibanya di hotel usai menyelesaikan ritual lontar jumrah di Mina.

Kemenhaj menargetkan seluruh paket makanan siap santap ini sudah terkirim ke hotel-hotel jemaah pada tanggal 6 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 23 Mei 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar sebelum dimulainya rangkaian puncak ibadah haji.

“Dari dapur akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga jemaah bisa tenang dalam melakukan ibadah,” tambah Jaenal Effendi.

Sementara itu, untuk konsumsi jemaah selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), tanggung jawab akan berada pada syarikah atau perusahaan layanan haji yang ditunjuk di Arab Saudi. Dua perusahaan tersebut adalah Rakeen Mashariq dan Albait Guest. Penyediaan makanan oleh syarikah ini akan berlangsung mulai dari siang hari tanggal 8 Dzulhijjah hingga pagi hari tanggal 13 Dzulhijjah 1447 H, bertepatan dengan periode puncak pelaksanaan ibadah haji.

Rangkaian puncak ibadah haji 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah 1447 H, yang jatuh pada hari Senin, 25 Mei 2026. Pada hari itu, jemaah akan mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf, sebuah momen yang sangat penting dalam ibadah haji.

Kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia ini menunjukkan komitmen Kemenhaj dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Dengan memastikan ketersediaan makanan yang berkualitas dan sesuai selera, diharapkan jemaah dapat lebih fokus dalam menjalankan ibadah mereka selama di tanah suci.