Haji Khusus Tak Terpengaruh Penguatan Dolar AS, Begini Penjelasannya

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tidak memberikan beban berarti bagi para jemaah haji khusus. Hal ini dikarenakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) telah menerapkan strategi mitigasi risiko kurs sejak awal pendaftaran.

Direktur Pelayanan Haji Khusus Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Tuti Rianingrum, menjelaskan bahwa sebagian besar PIHK tidak menunggu hingga masa pelunasan untuk mempersiapkan kebutuhan biaya perjalanan jemaah. Sejak jemaah mendapatkan porsi keberangkatan, mereka biasanya dianjurkan untuk mulai menabung secara bertahap.

Langkah ini membantu calon jemaah agar tidak terlalu terbebani ketika terjadi kenaikan nilai tukar dolar menjelang musim haji. Dana perjalanan telah disiapkan secara bertahap dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga dampaknya tidak terlalu terasa.

“Ketika (jemaah haji) menabung, (PIHK) biasanya menyarankan (dalam) dolar, sehingga kalau ada kenaikan seperti ini, mungkin tidak begitu terpengaruh,” ujar Tuti kepada tim Media Center Haji di Makkah pada Sabtu (6/6/2026).

Biaya haji khusus memang selalu menggunakan dolar sebagai acuan. Hal ini dikarenakan sebagian besar komponen layanan, seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, dan layanan dari syarikah di Arab Saudi, dibayarkan dalam mata uang asing.

Oleh karena itu, perubahan nilai tukar dolar seringkali menjadi perhatian calon jemaah. Namun, Tuti menilai sistem pengelolaan dana yang diterapkan oleh PIHK efektif mengurangi dampak langsung kenaikan kurs terhadap biaya yang harus dibayar oleh peserta.

Skema Pembiayaan

Selain mekanisme tabungan dolar, beberapa PIHK kini menawarkan skema pembiayaan yang memberikan kepastian biaya kepada calon jemaah. Salah satu program yang menarik perhatian adalah paket haji khusus senilai USD 8.500 dengan opsi pembayaran cicilan.

Tuti menjelaskan bahwa program ini bekerja sama dengan Bank Muamalat untuk mengamankan kebutuhan valuta asing sejak awal kontrak pembiayaan. Bank membeli dolar terlebih dahulu, sehingga nilai biaya yang telah disepakati tidak akan berubah meskipun kurs mengalami kenaikan di kemudian hari.

Melalui skema ini, bank berperan sebagai pihak yang mengamankan kebutuhan valuta asing calon jemaah. Dana dolar yang telah dibeli sejak awal kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran layanan haji saat masa keberangkatan tiba.

“Bank ini nanti akan membeli dolar, jadi dolarnya sudah disiapkan lebih dahulu. Artinya, walau nanti ada kenaikan dolar, itu tidak terpengaruh karena dolar sudah dibeli oleh bank,” tuturnya.

Tuti berpendapat bahwa inovasi pembiayaan ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji khusus tanpa perlu khawatir terhadap gejolak nilai tukar. Selain memberikan fleksibilitas pembayaran, skema ini juga membantu calon jemaah mendapatkan kepastian biaya sejak awal pendaftaran.