Tri Tito Ingatkan Kader PKK Alor tentang Edukasi Pola Asuh untuk Pencegahan Stunting

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menekankan pentingnya edukasi mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, dan pembentukan karakter anak.

Fokus ini ditujukan untuk mempersiapkan generasi unggul yang akan menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045.

Penekanan ini disampaikan Tri saat menghadiri acara Temu Kader PKK yang diselenggarakan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor pada hari Rabu, 20 Mei 2026.

Tri Tito Karnavian menguraikan bahwa di beberapa wilayah di Indonesia, angka stunting masih tergolong tinggi. Padahal, wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya yang melimpah, termasuk sektor perikanan yang dapat memenuhi kebutuhan protein.

Menurutnya, salah satu penyebab tingginya stunting adalah kurangnya pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Ibu-ibu harus cari akal supaya anak tidak kurang gizi … sebagai pelindung anaknya [ibu perlu] untuk menciptakan makanan yang enak untuk anak,” ujar Tri.

Ia memberikan contoh konkret, bagaimana seorang ibu dapat berkreasi untuk mengolah makanan bergizi agar disukai oleh anak. Terutama ketika anak menunjukkan keengganan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein.

Contohnya adalah mengolah telur atau ikan menjadi berbagai jenis jajanan yang menarik bagi anak. Tri menambahkan bahwa resep-resep semacam itu sudah banyak tersedia dan mudah diakses melalui internet.

“Sebetulnya kalau Ibu punya handphone tinggal google aja ‘buat menu seminggu, satu minggu menu dari telur bermacam-macam yang enak untuk anak-anak’ udah keluar semua itu. Pasti anak-anak suka,” kata Tri.

Tri menegaskan kembali bahwa kreativitas para ibu dalam menyajikan makanan bergizi sangat berperan dalam upaya pencegahan stunting pada anak.

Baca juga : Budidaya Nila dan Selada Sistem Aquaponik untuk Pemula di Rumah

Selain fokus pada gizi, ia juga mendorong para ibu untuk memberikan perhatian lebih pada pendidikan karakter bagi anak-anak mereka.

Orang tua, menurut Tri, memiliki peran krusial dalam memastikan anak-anak tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif atau bebas.

Sebaliknya, generasi muda harus didorong untuk memaksimalkan potensi diri demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Diprakirakan tahun 2045 nanti angkatan kerja itu usia 15-64 itu akan luar biasa besarnya di mana itu emas. Mereka menjadi emas kalau mereka mampu bersaing, mampu menjadi SDM yang tangguh,” ucap Tri.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya yang tulus kepada seluruh jajaran kader TP PKK Kabupaten Alor. Ia memuji sambutan hangat dan keramahan yang diberikan.

Tri berharap potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Alor dapat terus berkembang dan bahkan mampu bersaing di kancah internasional.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Staf Ahli Bidang Pendidikan Karakter TP PKK Pusat, Sri Handayani, serta Staf Ahli Bidang Ketahanan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat, Niken Tomsi.

Turut hadir pula Sekretaris Umum TP PKK Pusat, Lusje Anneke Tabalujan, beserta jajaran pengurus TP PKK Pusat lainnya.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT, Vera Johni Asadoma, Ketua TP PKK Kabupaten Alor, Lidya Siawan Winaryo, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.