DermayuMagz.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tegas membantah adanya investasi uang AS di Iran, menyusul laporan mengenai kesepakatan damai yang melibatkan pembentukan dana investasi senilai US$ 300 miliar atau setara Rp 5.311 triliun.
Trump menyatakan bahwa rumor tersebut tidak berdasar dan menyebutnya sebagai hal yang konyol. Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan saat jeda KTT G7 di Evian, Prancis, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa AS memiliki hak untuk melakukan investasi di Iran di masa mendatang jika memang ada keinginan, namun saat ini tidak ada investasi yang sedang berjalan.
Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Pengumuman ini disampaikan beberapa jam sebelum ia bertolak ke Prancis.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin malam, Trump secara spesifik menyebut laporan mengenai pembayaran sejumlah besar uang kepada Iran sebagai berita palsu. Hal ini tampaknya merujuk pada laporan yang menyebutkan adanya syarat perjanjian yang memungkinkan pembentukan dana investasi sebesar US$ 300 miliar untuk Iran.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan kepada CBS bahwa hal tersebut merupakan jenis investasi yang dapat diakses dan didanai oleh Koalisi Pantai Teluk, selama Iran mematuhi kewajibannya.
Selain isu Iran, Trump juga menyinggung hubungannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mengakui memiliki hubungan yang baik dengan Netanyahu, namun menyatakan ketidakpuasannya terhadap cara Israel menangani konflik dengan Hizbullah di Lebanon.
Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata pada awal bulan ini, setelah beberapa minggu operasi militer di wilayah selatan Lebanon. Pada hari Minggu, militer Israel melaporkan telah menyerang target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.
“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Benjamin, tetapi sekarang Benjamin harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa Lebanon dulunya adalah negara yang hebat, namun kini diperlakukan dengan sangat buruk dan tidak mampu membela diri akibat kehadiran Hizbullah. Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap penanganan Israel terhadap Lebanon dan Hizbullah.
Situasi Iran dan kawasan Timur Tengah diprediksi akan menjadi agenda utama dalam KTT G7. Selain itu, pertemuan para pemimpin dunia ini juga akan membahas keamanan untuk Ukraina, penyeimbangan kesenjangan pertumbuhan ekonomi global, serta masa depan pengembangan kecerdasan buatan.
Para pemimpin dari negara-negara Eropa menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Washington dan Teheran. Mereka berencana menggunakan forum KTT G7 untuk mendorong kejelasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Selat Hormuz harus dibuka kembali, dan kebebasan navigasi harus dipulihkan, tanpa biaya,” tegas Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Ia menambahkan bahwa krisis ini memberikan pelajaran yang jelas, terutama terkait ketergantungan energi yang dapat dijadikan senjata. Von der Leyen menyatakan bahwa mereka akan membahas cara mengurangi ketergantungan pada transit melalui Selat Hormuz.






