DermayuMagz.com – Warga Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) menunjukkan komitmen kuat terhadap program pemilahan sampah dari sumbernya. Inisiatif ini diwujudkan dengan penyediaan 20 unit tong sampah pilah yang didistribusikan di berbagai titik strategis lingkungan.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Monang Sinaga, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan di setiap RT/RW di Jakarta Timur. Hal ini sejalan dengan tujuan pengelolaan sampah berbasis lingkungan di tingkat permukiman.
Tong sampah ini sengaja ditempatkan di setiap wilayah untuk memupuk semangat warga. Tujuannya adalah menumbuhkan kebiasaan baru yang positif, yaitu membuang sampah sesuai dengan jenisnya masing-masing. Kebiasaan ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ketua RT.06/RW.02, Samsudin, menjelaskan bahwa penyediaan 20 tong sampah pilah ini merupakan hasil swadaya pengurus RT. Tong sampah tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang mudah dijangkau oleh warga. Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program pemilahan sampah yang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur.
Program pemilahan sampah ini telah dimulai sejak pekan lalu. Sebanyak 20 tong sampah tersebut disebar di 10 titik berbeda. Tujuannya adalah untuk memudahkan warga dalam membedakan antara sampah organik dan residu sejak dari rumah tangga. Dengan pemisahan di sumber, proses pengelolaan sampah selanjutnya menjadi lebih efisien.
Samsudin merinci, “Kami secara swadaya menyiapkan 20 tong untuk menampung sampah residu dan organik di 10 titik. Sehingga setiap titik ada dua tong sampah.” Pembagian ini memastikan setiap lokasi memiliki wadah terpisah untuk kedua jenis sampah tersebut.
Penyediaan tong sampah secara mandiri ini, menurut Samsudin, mencerminkan kepedulian warga terhadap isu sampah. Persoalan sampah memang menjadi tantangan tersendiri di lingkungan perkotaan yang padat penduduk.
Selain tong sampah yang merupakan hasil swadaya warga, pihak RT/RW juga menerima bantuan satu unit tong sampah dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur. Tong bantuan ini secara khusus dialokasikan untuk menampung sampah organik.
“Sampah organik yang terkumpul nantinya akan diangkut setiap hari oleh petugas Sudin LH Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut,” ucap Samsudin. Proses ini penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca juga : Menanam Basil di Jendela Dapur: Solusi Hemat Ruang dan Perawatan Mudah
Lebih lanjut, Samsudin menjelaskan proses pengolahan sampah organik tersebut. “Sampah tersebut dicacah dan diolah menjadi bubur sampah di kantor Sudin LH sebagai bagian dari pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir,” terangnya. Metode ini efektif dalam mengelola sampah organik.
Meskipun demikian, Samsudin menyadari bahwa program pemilahan sampah ini masih membutuhkan dukungan sarana tambahan. Dengan jumlah sekitar 300 kepala keluarga (KK) di wilayah RT dan RW setempat, kebutuhan tong sampah pilah yang tersedia saat ini masih jauh dari memadai.
Saat ini, Samsudin memperkirakan dibutuhkan penambahan hingga 15 hingga 17 titik tong sampah pilah lagi. Penambahan ini diperlukan agar seluruh warga dapat terlayani secara maksimal dalam program pemilahan sampah.
“Kami akan mencoba menggandeng CSR untuk penyediaan tong sampah pilah itu,” jelasnya mengenai rencana mencari sumber pendanaan tambahan. Keterlibatan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana tersebut.
Sementara itu, Sekretaris RW 02 Kelurahan Cipayung, Irwan Mulyadi, mengutarakan bahwa bantuan tong sampah dari Sudin LH Jakarta Timur masih sangat terbatas. Dari delapan RT yang ada di wilayah RW 02, baru tersedia lima tong sampah bantuan.
“Kondisi tersebut membuat satu tong sampah organik harus digunakan bersama oleh dua RT sekaligus. Kami berharap adanya penambahan tong sampah ini. Minimal 1-2 tong sampah untuk satu RT,” terang Irwan. Keterbatasan ini tentu menyulitkan warga dalam menjalankan praktik pemilahan sampah secara optimal.
Irwan menambahkan bahwa keberhasilan program pemilahan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana fisik semata. Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah juga memegang peranan krusial.
“Oleh karena itu, pihak RW terus mengimbau warga agar konsisten memisahkan sampah organik dan residu demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tutupnya. Edukasi dan imbauan berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi aktif warga.






