Tanggapan Pigai Setelah Menonton ‘Pesta Babi

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai menyatakan bahwa ia telah menonton film berjudul ‘Pesta Babi’. Film tersebut diketahui telah beredar dan disaksikan oleh sebagian masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pigai saat dirinya menghadiri acara Kelas Jurnalis HAM yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada hari Rabu (20/5).

Pigai secara singkat mengonfirmasi bahwa ia telah menyaksikan film tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai isi atau substansi film ‘Pesta Babi’.

Alih-alih memberikan komentar, Pigai justru balik bertanya kepada para awak media mengenai pendapat mereka setelah menonton film tersebut. Ini menunjukkan bahwa ia tidak ingin terburu-buru dalam memberikan penilaiannya.

Lebih lanjut, Pigai menegaskan kembali posisinya. Ia menyatakan bahwa sebagai Menteri HAM, dirinya memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan terkait isu-isu kemanusiaan. Namun, dalam kasus film ‘Pesta Babi’, ia merasa tidak perlu memberikan komentar tambahan, seolah menyiratkan bahwa tindakannya sendiri sudah cukup sebagai bentuk respons.

Baca juga : 7 Cara Menanam Tin di Dalam Pot agar Cepat Berbuah Sepanjang Tahun, Cocok untuk Pemula

Pigai Cerita Tak Pernah ‘Disemprot’ Presiden Sejak Jadi Menteri, Ini Rahasianya

Di sisi lain, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah menerima teguran dari Presiden Prabowo Subianto sejak ia menduduki jabatan menteri pada tanggal 21 Oktober 2024.

Pigai menjelaskan bahwa teguran tersebut tidak pernah datang, baik secara lisan maupun dalam bentuk tertulis. Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/5).

Ia menambahkan bahwa beberapa pernyataannya yang berkaitan dengan isu-isu HAM sering kali menjadi sorotan publik. Meskipun demikian, tidak ada sanksi atau teguran yang diberikan oleh pemerintah atas pandangannya tersebut.

Sebagai ilustrasi, Pigai menceritakan pengalamannya saat mendatangi kantor Tempo menyusul adanya ancaman berupa teror kepala babi terhadap para jurnalis di sana. Pada saat itu, ia sempat menduga akan ada banyak pihak yang memberikan teguran kepadanya.

Namun, menurut pengakuannya, tidak ada satu pun pihak yang menegurnya. Ia merasa bahwa kunjungannya tersebut tidak menimbulkan reaksi negatif dari pihak manapun.

Ini Rahasianya

Menurut Pigai, situasi ini menunjukkan bahwa pandangannya sering kali selaras atau sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto. “Berarti apa yang saya ungkapkan selama ini seirama, senapas, dan sejiwa dengan pimpinan saya,” ujarnya.

Pigai juga menegaskan bahwa ia tetap aktif dalam menyampaikan pandangannya mengenai berbagai isu HAM karena merasa mendapatkan dukungan penuh dari Presiden. Hal ini memberinya keleluasaan untuk berpendapat.

Ia menambahkan bahwa biasanya, seorang menteri yang menerima teguran cenderung akan memilih untuk diam. Namun, dalam kasusnya, ia justru merasa semakin bersemangat untuk terus menyuarakan pandangannya.