Harga Pangan Selasa 2 Juni 2026: Cabai Rawit Tetap Tinggi

Bisnis6 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga pangan nasional pada Selasa, 2 Juni 2026, menunjukkan beberapa komoditas masih berada di level yang tinggi, terutama cabai rawit merah.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp 75.650 per kilogram (kg) di tingkat pedagang eceran.

Selain itu, harga telur ayam ras juga terpantau berada di angka Rp 30.400 per kg. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pada daya beli masyarakat terkait kebutuhan pokok.

Komoditas bumbu dapur lainnya juga dilaporkan mengalami kenaikan harga. Harga bawang merah terpantau di angka Rp 54.000 per kg.

Sementara itu, bawang putih dijual dengan harga rata-rata Rp 39.600 per kg. Kenaikan harga pada komoditas ini dapat memengaruhi biaya produksi berbagai jenis masakan.

Untuk kelompok beras, harga beras kualitas bawah I berada di Rp 15.150 per kg, sedangkan kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp 14.800 per kg.

Beras kualitas medium I dijual seharga Rp 15.850 per kg, dan medium II sebesar Rp 15.750 per kg. Beras kualitas super I mencapai Rp 16.950 per kg, sementara kualitas super II Rp 16.550 per kg.

Tingginya harga sejumlah komoditas pangan ini menjadi perhatian serius, terutama menjelang periode peningkatan kebutuhan rumah tangga dan sektor kuliner.

Di sisi lain, harga daging sapi masih bertahan di level yang tinggi. Daging sapi kualitas I dijual seharga Rp 150.700 per kg.

Sementara itu, daging sapi kualitas II berada di kisaran Rp 143.900 per kg. Fluktuasi harga daging sapi seringkali dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan.

Komoditas protein hewani lainnya, daging ayam ras segar, terpantau di harga Rp 36.900 per kg. Harga ini relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

Jenis cabai lainnya juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Cabai merah besar tercatat Rp 63.500 per kg, dan cabai merah keriting Rp 63.450 per kg.

Baca juga : Bocoran Konser 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno: Bintang Tamu dan Detail Lainnya

Cabai rawit hijau juga tidak luput dari kenaikan, dengan harga rata-rata Rp 57.800 per kg. Kenaikan harga cabai ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk cuaca dan musim tanam.

Kondisi ini menegaskan bahwa komoditas pangan segar, khususnya cabai dan daging, masih menjadi kontributor utama tingginya indeks harga pangan di berbagai wilayah.

Para pelaku usaha dan konsumen terus memantau perkembangan harga pangan karena berdampak langsung pada biaya operasional dan kebutuhan konsumsi harian.

Untuk komoditas kebutuhan pokok lainnya seperti gula, harga gula pasir premium tercatat Rp 20.200 per kg.

Sementara itu, gula pasir lokal dijual dengan harga rata-rata Rp 19.250 per kg. Harga gula ini cenderung stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Minyak goreng curah terpantau di harga Rp 20.850 per liter. Komoditas ini juga menjadi salah satu kebutuhan pokok yang permintaannya tinggi.

Minyak goreng kemasan bermerek I dijual seharga Rp 24.250 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II berada di Rp 23.250 per liter.

Secara keseluruhan, data PIHPS menunjukkan bahwa meskipun beberapa komoditas pangan seperti gula dan minyak goreng relatif stabil, cabai dan daging masih menjadi perhatian utama akibat tingginya harga.

Pemerintah dan instansi terkait terus berupaya memantau dan menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Informasi harga pangan yang diperbarui secara berkala ini menjadi acuan penting bagi semua pihak dalam merencanakan kebutuhan dan strategi ekonomi.