Bocoran Konser 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno: Bintang Tamu dan Detail Lainnya

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Yovie & Nuno, grup musik yang kini digawangi oleh Muchamad Ahadiyat, Ady Julian, Adhyra Yudhi, dan Chico Andreas, siap menggelar konser akbar bertajuk “25 Tahun Janji Suci” di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026, menandai perjalanan seperempat abad mereka di industri musik Indonesia.

Konser ini menjadi perayaan penting bagi Yovie & Nuno, yang memulai debutnya dengan album Semua Bintang pada tahun 2001 di bawah naungan Sony Music Indonesia. Album perdana yang menampilkan Dudy Oris sebagai vokalis ini melahirkan banyak lagu hits yang tak lekang oleh waktu, seperti “Indah Kuingat Dirimu,” “Maukah Denganku,” dan “Janji di Atas Ingkar.”

Meskipun telah beberapa kali mengalami pergantian formasi vokalis, Yovie & Nuno kini tampil dengan dua frontman yang karismatik, yaitu Adhyra Yudhi dan Chico Andreas. Bagi mereka, konser “25 Tahun Janji Suci” bukan sekadar perayaan eksistensi, melainkan sebuah bentuk apresiasi mendalam kepada para penggemar setia mereka, Teman Yovie Nuno (TYN), yang telah memberikan dukungan tak terputus selama lebih dari dua dekade.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, Adhyra Yudhi dan Chico Andreas membagikan beberapa bocoran menarik mengenai persiapan konser yang semakin dekat ini. Mereka mengungkapkan bahwa konser tunggal adalah salah satu impian terbesar setiap band.

“Ini salah satu goal semua band untuk melaksanakan konser tunggal. Itu yang pertama. Kedua, ini salah satu gift kami untuk TYN seluruh Indonesia yang setia mendukung Yovie Nuno sampai 25 tahun, hingga kita bisa mengadakan konser tunggal,” ujar Chico Andreas dengan antusias.

Mengenai jajaran bintang tamu, Adhyra Yudhi memberikan sedikit gambaran. Ia menyebutkan bahwa Arsy Widianto, Kahitna, dan Fajar Noor akan turut memeriahkan panggung. Selain itu, empat artis dari Sony Music, yaitu Prinsa, Miskha, Aruma, dan Raissa Anggraini, juga dipastikan akan tampil. Sebagian bintang tamu lainnya masih menjadi kejutan yang akan diumumkan kemudian.

Jumlah lagu yang akan dibawakan dalam konser ini diperkirakan mencapai sekitar 30 lagu. Hal ini menunjukkan bahwa konser akan menyajikan repertoar yang kaya dan beragam, mencakup perjalanan musik Yovie & Nuno selama 25 tahun.

Mencapai 40 Persen

Saat ini, Yovie & Nuno tengah menjalani latihan intensif untuk menyempurnakan setiap lagu yang akan dibawakan. Mereka juga tengah mempelajari aransemen musik baru yang telah disiapkan untuk konser nanti. Hingga 26 Mei 2026, mereka belum memulai sesi latihan kolaborasi dengan para bintang tamu yang akan tampil.

Chico Andreas mengungkapkan bahwa persiapan konser telah mencapai sekitar 40 persen. “Bisa dibilang per 26 Mei 2026 persiapan mencapai 40 persenan,” ungkapnya.

Adhyra Yudhi menambahkan bahwa suasana persiapannya sudah mulai terasa intens dan sedikit “chaos”, mengingat konser tinggal dua minggu lagi. “Persiapannya sudah mulai terasa chaos. Soalnya, hampir atau kurang lebih dua minggu lagi kami akan manggung,” katanya.

Kami Akan Berikan 100 Persen

Di tengah kesibukan persiapan konser, Yovie & Nuno tetap menjalani jadwal manggung reguler mereka. Meskipun konsentrasi terbagi, Adhyra Yudhi dan Chico Andreas melihat padatnya jadwal ini sebagai keuntungan yang dapat mempertajam jam terbang mereka menuju konser tunggal.

“Yang jelas ini konser pertama Yovie & Nuno, kami akan berikan 100 persen. Yang terbaik untuk TYN,” tegas Adhyra Yudhi.

Chico Andreas menambahkan bahwa mereka bisa berlatih hingga 12 jam sehari. “Kita latihan bisa 12 jam sehari, ya 12 jam karena kita kan banyak lagu,” ucapnya.

Yang Melelahkan…

Salah satu tantangan terbesar dalam persiapan konser ini adalah perjalanan bolak-balik antara Jakarta dan Bandung. Hal ini dikarenakan basis utama Yovie & Nuno berada di Jakarta, sementara sebagian besar personelnya merupakan warga Kota Kembang.

“Yang melelahkan mungkin, perjalanan Bandung ke Jakarta PP. Karena homebase Yovie & Nuno di Jakarta. Para personelnya, warga Bandung. Personel Yovie & Nuno sebenarnya orang Bandung semua,” jelas Adhyra Yudhi.

Meskipun melelahkan, mereka menikmati setiap proses persiapan ini demi memberikan penampilan terbaik bagi para penggemar setia mereka.

Liputan6.com, Jakarta – Olivia Rodrigo baru-baru ini mengungkapkan rasa kesalnya terhadap kritik yang dilontarkan kepadanya terkait kostum panggung yang ia kenakan. Dalam sebuah pertunjukan bertajuk Billions Club Live with Olivia Rodrigo: A Concert Film, penyanyi muda ini tampil dengan mengenakan gaun babydoll bermotif floral pendek yang dipadukan dengan boots tinggi.

Penampilan tersebut menuai beragam reaksi dari publik. Sebagian kalangan menilai kostum itu terlalu kekanak-kanakan dan dianggap melakukan seksualisasi terhadap dirinya. Namun, Olivia Rodrigo tidak tinggal diam menanggapi komentar negatif tersebut.

Melalui podcast The New York Times, Olivia Rodrigo menyatakan bahwa ia merasa kesal dengan kritik tersebut. Ia merasa pakaian yang dikenakannya adalah pilihan pribadinya dan tidak pantas untuk dikritik sedemikian rupa. Penyanyi berusia 23 tahun ini juga membandingkan dengan penampilannya sebelumnya yang mengenakan pakaian lebih terbuka, seperti bra berkilauan dan celana pendek, yang tidak mendapatkan reaksi sekeras ini.

“Itu membuatku kesal banget,” kata Olivia Rodrigo.

Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki hak untuk memilih cara berpakaian yang mereka inginkan. Baginya, pakaian yang ia kenakan saat itu terasa nyaman dan membuatnya tampil keren. Kritik yang menyebut gaun tersebut kekanak-kanakan dan tidak pantas justru menunjukkan adanya standar ganda dalam penilaian publik.

Soal Baby Doll dan Pedofilia

Olivia Rodrigo merasa bahwa pakaian yang dikenakannya tidaklah vulgar atau berlebihan. Ia hanya merasa nyaman dan percaya diri dengan penampilannya.

“Rasanya menyenangkan, aku merasa keren dan nyaman mengenakannya. Dan itu bukan (pakaian) yang enggak pantas, tapi menurut orang-orang gaun yang menutupku tersebut kekanak-kanakan dan tak pantas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Olivia menyoroti bahwa kritik semacam ini justru mencerminkan adanya pandangan yang salah kaprah mengenai kesopanan berpakaian, terutama bagi perempuan muda. Ia merasa bahwa ada narasi yang secara keliru menyalahkan korban atas tindakan seksualisasi.

“Juga, ada retorika yang dicekoki kepada kita sejak masih kecil, yakni jangan mengenakan pakaian seperti itu, karena ada pria yang akan menseksualisasikan dirimu dan itu adalah salahmu. Aneh banget,” ungkapnya.

Olivia Rodrigo Tak Merasa Seksi

Olivia Rodrigo menegaskan bahwa ia tidak merasa dirinya terlihat seksi dengan mengenakan gaun babydoll tersebut. Baginya, pakaian itu lebih mencerminkan gaya yang keren dan sesuai dengan kepribadiannya.

“Aku tak merasa aku kelihatan seksi mengenakannya. Aku merasa, ini keren banget,” kata dia.

Ia juga merujuk pada beberapa musisi wanita ikonik lainnya yang pernah mengenakan gaya serupa, seperti Kathleen Hanna dari Bikini Kill dan Courtney Love. Menurutnya, para musisi tersebut adalah inspirasinya.

Olivia Rodrigo: Aku Sangat Protektif terhadap Perempuan

Di akhir pernyataannya, Olivia Rodrigo menyatakan kepeduliannya terhadap perempuan muda. Ia tidak ingin generasi mendatang terbebani oleh pandangan yang membatasi kebebasan berekspresi melalui pakaian.

“Kalau kita mulai berpakaian dengan gaya seperti, ‘Aku enggak mau ada orang aneh yang berpikir bahwa aku seksi seperti bayi’, atau hal aneh lainnya, aku merasa intinya sudah mulai hilang.”

Baca juga : LippoLand Tingkatkan Pendekatan Berkelanjutan dalam Bisnis

Ia menambahkan, “Aku begitu protektif terhadap wanita muda, perempuan, dan aku enggak mau mereka disuapi dengan retorika ini.”