Tiga Petinggi BGN Dicopot Akibat Isu Jual Beli Titik SPPG, Istana Beri Penjelasan

News7 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait isu jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pencopotan terhadap tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menjalankan audit internal di lingkungan BGN. Audit ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan pengawasan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan BGN dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

Ia menekankan bahwa BGN memiliki peran yang sangat strategis. Lembaga ini krusial dalam mendukung agenda pemerintah, terutama upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, BGN dituntut memiliki tata kelola yang kuat.

Selain itu, BGN juga memerlukan kepemimpinan yang mampu memastikan program-program prioritas pemerintah berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk mencapai hasil yang diinginkan.

“Semua sedang dalam proses audit internal itu adalah bagian dari monitoring terus menerus yang kita lakukan karena kita memang menghendaki BGN dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebaik-baiknya,” ujar Prasetyo dalam sebuah konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Prasetyo, tugas-tugas yang diemban BGN menuntut tata kelola yang kokoh. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga harus berjalan efektif. Kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan agar seluruh program dapat berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.

Prinsip-prinsip akuntabilitas juga harus ditegakkan dalam pelaksanaan program-program tersebut. Hal ini untuk memastikan transparansi dan pertanggungjawaban yang baik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan untuk mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan ini juga mencakup pemberhentian dua Wakil Kepala BGN, yaitu Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya.

Baca juga : Lagu Yovie & Nuno Tersulit Menurut Vokalis Baru: Adhyra dan Chico Ungkap Alasan

Sebagai gantinya, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang untuk mengisi posisi Kepala BGN. Nanik sebelumnya telah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Selain itu, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Mereka menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang diberhentikan.

Isu mengenai dugaan praktik jual beli titik SPPG ini mencuat setelah beberapa masyarakat melaporkan kasus penipuan kepada pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, setidaknya ada 20 laporan yang telah diterima oleh aparat penegak hukum terkait kasus tersebut.

Dugaan praktik jual beli ini terungkap di dua wilayah yang berbeda. Pertama, di Batam, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan penjualan dua titik SPPG dengan nilai mencapai Rp 400 juta. Kedua, di wilayah Jawa Barat, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 1,9 miliar dialami oleh 21 orang yang mengaku menjadi korban.

Berdasarkan hasil penelusuran dan bukti-bukti yang telah berhasil dikumpulkan, Badan Gizi Nasional (BGN) sampai pada kesimpulan bahwa praktik jual beli SPPG ini dilakukan secara terorganisir. BGN menduga ada kelompok yang terstruktur dan terorganisir di balik aksi penipuan ini.

Pemerintah melalui Mensesneg menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola dan kinerja BGN. Pencopotan petinggi dan audit internal ini merupakan langkah awal untuk memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai harapan dan tidak disalahgunakan.

Diharapkan dengan adanya langkah-langkah perbaikan ini, BGN dapat lebih efektif dalam menjalankan fungsinya untuk meningkatkan gizi masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah.