Riset: Dampak Ekonomi Ojol dan Taksi Online pada PDB

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Sebuah riset terbaru dari Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan potensi ekonomi yang signifikan dari ekosistem ojek online (ojol) dan taksi online di Indonesia.

Temuan riset ini menunjukkan bahwa sektor transportasi berbasis aplikasi tersebut berhasil menyumbang sebesar Rp565 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka ini setara dengan 2,37 persen dari total PDB Indonesia.

Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi INDEF, menjelaskan bahwa kontribusi ekonomi ini dihitung berdasarkan nilai tambah dan efek pengganda (multiplier effect) dari industri ojol dan taksi online di sektor transportasi.

Ia merinci bahwa dari total kontribusi tersebut, sektor transportasi darat secara langsung menyumbang sekitar Rp169 triliun.

Menariknya, riset ini juga membandingkan kontribusi antara layanan roda dua dan roda empat. Layanan ojek online (roda dua) tercatat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Kontribusi dari layanan roda dua diperkirakan mencapai Rp270 triliun, sementara layanan taksi online (roda empat) berkontribusi sekitar Rp127 triliun.

Rizal menegaskan bahwa angka ini bukanlah jumlah yang kecil dan menunjukkan peran penting ojol sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

Ia menambahkan bahwa kontribusi sebesar 2,37 persen terhadap PDB atau hampir Rp565 triliun ini memberikan efek pengganda dan efek limpahan (spillover effect) yang sangat signifikan bagi perekonomian.

Serap Jutaan Tenaga Kerja

Selain memberikan dampak ekonomi yang besar, ekosistem ojol juga terbukti menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan.

Riset yang sama mengindikasikan bahwa sektor ini secara langsung menyerap sekitar 2,91 juta tenaga kerja.

Meskipun demikian, sebagian besar dari tenaga kerja tersebut masih berada dalam kategori pekerja informal.

Rizal memaparkan bahwa dari 2,9 juta pengemudi yang terdata, sekitar 1 juta di antaranya memiliki produktivitas menengah hingga tinggi.

Ia juga mencatat bahwa sekitar 1,5 juta pengemudi lainnya masih aktif menarik penumpang setidaknya satu kali dalam sebulan, menunjukkan tingkat partisipasi yang terus berjalan.

Ciptakan 5,53 Juta Lapangan Kerja

Dampak positif dari ekosistem ojol tidak hanya berhenti pada penyerapan tenaga kerja langsung bagi para pengemudi.

Riset ini memproyeksikan bahwa total kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, termasuk dampak tidak langsung, mencapai 5,53 juta orang.

Jumlah ini mencakup 2,91 juta pengemudi langsung, serta sekitar 2,62 juta lapangan kerja tidak langsung yang tercipta dari aktivitas ekonomi pendukung.

Lapangan kerja tidak langsung ini meliputi berbagai sektor, seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner, admin pesanan, kurir toko, pemasok bahan baku, sektor logistik mikro, hingga penyedia jasa kemasan dan digital marketing.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dampak ekonomi dari ojol dirasakan oleh jutaan pekerja yang terlibat dalam berbagai rantai ekonomi digital dan layanan berbasis aplikasi.

Rizal menyimpulkan bahwa total rekrutmen tenaga kerja atau multiplier terhadap tenaga kerja, baik dampak langsung maupun tidak langsung, berada di angka 5,53 juta orang.