DermayuMagz.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi mengenai kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal negara. Ia menegaskan bahwa program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, tidak menjadi ancaman bagi stabilitas keuangan negara.
Purbaya menjelaskan bahwa kekhawatiran yang muncul belum tentu mencerminkan kondisi fundamental fiskal Indonesia yang sebenarnya. Dalam pertemuan dengan S&P Global Ratings, diskusi lebih banyak mengarah pada sentimen negatif yang beredar di pasar.
Fokus utama kekhawatiran, menurut Purbaya, lebih kepada persepsi negatif di pasar. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia tetap dalam kondisi baik, dan program-program pemerintah tidak menjadi pokok permasalahan.
“Yang dipertanyakan sebenarnya lebih kepada sentimen negatif di pasar. Kalau fondasi ekonomi dan fiskal, tidak ada masalah. Program-program pemerintah juga tidak dipertanyakan,” ujar Purbaya, Sabtu (6/6/2026).
Lebih lanjut, Purbaya merinci bahwa pemerintah berhasil menjaga defisit anggaran dalam rentang 2-3% meskipun berbagai program prioritas tetap dijalankan. Selain itu, pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian kebijakan.
Fleksibilitas ini sangat penting, terutama dalam menghadapi potensi tekanan eksternal, seperti fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah dapat melakukan penyesuaian untuk memitigasi dampaknya.
Pemerintah telah menyampaikan kepada para pemangku kepentingan internasional bahwa program-program prioritas dapat disesuaikan secara bertahap. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan beban berlebihan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Program-program itu bisa diatur dan disesuaikan. Jadi tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal kita,” tegasnya.
Tantangan Utama
Menurut Purbaya, tantangan paling signifikan yang dihadapi perekonomian Indonesia saat ini adalah persepsi negatif yang berkembang. Padahal, kondisi APBN masih kuat dan aktivitas ekonomi nasional terus menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai cukup baik, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan juga mengalami peningkatan. Namun, ketika muncul persepsi bahwa ekonomi akan memburuk, hal tersebut dapat memengaruhi sebagian pelaku pasar.
Untuk mengatasi sentimen negatif ini, pemerintah berencana untuk memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia. Sinergi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan moneter diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
Selain itu, sinergi ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Penguatan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam merespons dinamika ekonomi saat ini.
“Kerja sama dengan bank sentral sebelumnya sudah baik, tetapi akan kami perkuat lagi,” pungkasnya.






