DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. Dalam kunjungannya, beliau berkesempatan bertemu dengan calon siswa SRMP 17 untuk tahun ajaran 2026/2027 beserta orang tua mereka.
Kedatangan Presiden Prabowo, yang didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, disambut oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf di SRMP 17 Tabanan. Beliau tiba pada pukul 11:40 WITA dan langsung disambut dengan antusiasme berupa yel-yel serta pertunjukan tari kecak yang ditampilkan oleh siswa kelas IX.
SRMP 17 Tabanan sendiri mulai beroperasi pada tahun 2025 di bawah naungan Sentra Mahatmiya Kementerian Sosial. Sekolah ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk ruang kelas yang modern dengan komputer dan layar digital, perpustakaan, dapur, serta asrama bagi para siswanya.
Menteri Sosial, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa SRMP 17 Tabanan memiliki fokus untuk menerima siswa yang mengalami putus sekolah, berasal dari keluarga tidak mampu, belum pernah mengenyam pendidikan formal, atau berisiko tinggi untuk putus sekolah. Program pembelajaran yang diterapkan dirancang untuk percepatan agar para siswa dapat mengejar ketertinggalan pendidikan mereka.
Saat ini, SRMP 17 Tabanan menaungi sebanyak 74 siswa. Gus Ipul menambahkan bahwa para siswa tersebut diseleksi secara ketat.
Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya, merinci lebih lanjut proses seleksi calon siswa. Menurutnya, para calon siswa dijangkau melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah masing-masing. Setelah itu, pemerintah melakukan skrining mendalam untuk memastikan bahwa calon siswa benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan dan memiliki kesediaan untuk mengikuti program.
Putu Jaya menegaskan bahwa siswa yang diterima di SRMP 17 Tabanan berasal dari keluarga yang termasuk dalam desil 1 dan desil 2, yang mengindikasikan kategori keluarga tidak mampu. Banyak orang tua siswa yang berprofesi sebagai petani atau buruh harian.
Kunjungan Presiden Prabowo ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap upaya memberikan kesempatan pendidikan kembali bagi mereka yang menghadapi kendala, memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan.






