DermayuMagz.com – Perjalanan Timnas Iran menuju Piala Dunia 2026 diwarnai drama panjang terkait perolehan visa Amerika Serikat. Meskipun akhirnya tim berjuluk Team Melli ini dipastikan berangkat, sebagian besar delegasi masih menghadapi kendala administrasi.
Setelah berbulan-bulan dalam ketidakpastian, timnas Iran akhirnya meninggalkan kamp pelatihan mereka di Antalya, Turki. Rombongan tersebut terbang menuju Tijuana, Meksiko, yang rencananya akan menjadi markas mereka selama turnamen.
Keberangkatan ini menandai akhir dari penantian panjang yang sempat menimbulkan keraguan akan kehadiran Iran di ajang sepak bola terbesar dunia. Namun, masalah belum sepenuhnya terselesaikan.
Sebagian anggota delegasi timnas Iran masih belum mendapatkan visa Amerika Serikat. Hal ini menjadi drama baru menjelang dimulainya fase grup Piala Dunia 2026.
Delegasi Iran Berangkat dengan Kekuatan Tidak Lengkap
Selama sepekan terakhir di Antalya, skuad Iran menanti kepastian terkait proses visa Amerika Serikat. Meskipun telah mendapatkan izin masuk ke Meksiko, keputusan final dari otoritas AS baru diterima menjelang keberangkatan.
Kabar yang diterima pada Jumat malam lalu membawa kabar baik sekaligus kabar kurang menyenangkan bagi kubu Iran. Para pemain, pelatih kepala Amir Ghalenoei, serta beberapa staf pelatih berhasil mendapatkan visa yang mereka butuhkan.
Namun, di sisi lain, sebanyak 13 anggota delegasi belum memperoleh izin yang sama dari pemerintah Amerika Serikat. Kelompok ini terdiri dari para analis tim, pejabat federasi, dan petugas media yang memegang peran penting dalam operasional tim selama turnamen.
Akibatnya, timnas Iran harus memulai perjalanan mereka dengan rombongan yang tidak lengkap. Situasi ini berpotensi memberikan dampak pada aspek teknis maupun nonteknis tim saat mereka bersiap menghadapi persaingan di Grup G.
FIFA Didesak Turun Tangan, Pemain Senior Jaga Soliditas Tim
Pemerintah Amerika Serikat, melalui seorang pejabat Gedung Putih, telah menyatakan bahwa staf pendukung yang dianggap esensial telah diberikan visa. Namun, mereka juga menegaskan bahwa sistem visa tidak boleh disalahgunakan untuk membawa individu yang berpotensi mengancam keamanan.
Pernyataan tersebut mengundang reaksi dari Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI). Mereka mendesak FIFA untuk berperan aktif agar seluruh staf yang dibutuhkan oleh tim dapat memperoleh akses dan menjalankan tugas mereka selama turnamen berlangsung.
Di tengah ketidakpastian ini, para pemain senior berupaya menjaga fokus tim agar tetap tertuju pada performa di lapangan. Salah satu pemain kunci yang berperan dalam menjaga stabilitas ruang ganti adalah Alireza Jahanbakhsh, yang berpeluang mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional.
“Jika seseorang mengatakan kepada saya saat berusia 12 tahun bahwa 20 tahun kemudian saya akan bermain di Piala Dunia keempat, saya pasti akan tertawa,” ujar Jahanbakhsh, menunjukkan betapa pencapaian ini sangat berarti baginya.
Penyesalan Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonesia Open 2026
Raymond/Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Open 2026.
Oleh
Dimas Ramadhan Wicaksana
Diterbitkan 07 Juni 2026, 23:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus puas menjadi runner-up Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21 dan 10-21 dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin






