Politisi PDIP Ajak Perdamaian Papua Pasca Pembakaran Pesawat AMA

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Peristiwa pembakaran pesawat AMA (Automotive Manufacturing Association) oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Menanggapi insiden tersebut, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Komarudin Watubun, menyerukan diakhirinya segala bentuk kekerasan dan mengedepankan penyelesaian konflik Papua melalui jalur dialog yang konstruktif.

Komarudin Watubun menekankan pentingnya pemerintah untuk hadir secara menyeluruh dalam menyelesaikan akar permasalahan di Papua. Ia mendesak agar aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, selaras dengan penegakan hukum yang adil, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kepada Pemerintah Republik Indonesia, saya mendesak agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap situasi keamanan di Papua dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” ujar Komarudin Watubun kepada wartawan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh warga negaranya. Hal ini mencakup jaminan ruang dialog yang aman, penegakan hukum yang adil, serta memastikan masyarakat Papua dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti bersekolah, bekerja, dan beribadah dengan rasa aman dan penuh harapan.

Lebih lanjut, Komarudin Watubun mengajak seluruh pihak yang masih menggunakan kekerasan untuk menghentikan tindakan destruktif yang pada akhirnya hanya menimbulkan penderitaan berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa kekerasan hanya akan melanggengkan siklus kesengsaraan dan menghilangkan kesempatan Papua untuk berkembang dalam kedamaian.

“Yang lahir dari kekerasan hanyalah penderitaan yang semakin panjang dan hilangnya kesempatan bagi Papua untuk tumbuh dalam kedamaian,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden pembakaran pesawat AMA dengan kode penerbangan PK-RCY di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua. Peristiwa ini kembali menyoroti kompleksitas isu keamanan di wilayah paling timur Indonesia.

Komarudin, yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Papua, menyampaikan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh konflik berkepanjangan. Ia melihat bahwa keberlanjutan pembangunan di Papua sangat bergantung pada terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.

“Papua memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah, saling menghormati, dan semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan sebagai fondasi membangun perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, pemerintah daerah, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat di Papua untuk bersatu padu. Penguatan ruang-ruang dialog damai menjadi kunci untuk merajut kembali keharmonisan dan kepercayaan di tengah masyarakat.

Keamanan sebagai Prasyarat Pembangunan

Komarudin Watubun menekankan bahwa keamanan bukan sekadar isu sektoral, melainkan fondasi utama bagi kemajuan dan pembangunan di Papua. Tanpa rasa aman, berbagai sektor krusial akan terganggu.

Ia menjelaskan bahwa instabilitas keamanan dapat menghambat proses pendidikan agar berjalan optimal, mengganggu pelayanan kesehatan yang esensial, melemahkan denyut perekonomian lokal, dan pada akhirnya menyulitkan terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang merata.

Sebagai wakil rakyat yang berasal dari Papua, Komarudin Watubun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat di tanah kelahirannya. Ia berjanji akan terus mendorong pemerintah untuk mengupayakan solusi komprehensif terhadap konflik di Papua.

Upaya tersebut akan difokuskan pada penegakan hukum yang berkeadilan, perlindungan yang memadai bagi masyarakat sipil, pembangunan yang mengedepankan inklusivitas dan keadilan, serta pembukaan ruang dialog yang tidak hanya konstruktif tetapi juga aman dan bermartabat bagi semua pihak.

“Papua tidak boleh terus diwariskan sebagai tanah konflik. Yang harus kita wariskan kepada generasi muda Papua adalah kedamaian, keadilan, pendidikan yang berkualitas, kesempatan untuk hidup sejahtera, dan harapan akan masa depan yang baik,” pungkasnya.

Seruan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menggalang dukungan dari berbagai pihak demi terciptanya perdamaian yang hakiki di Papua, sehingga potensi sumber daya alam dan manusia di wilayah tersebut dapat berkembang secara optimal demi kesejahteraan seluruh masyarakatnya.