Indonesia Pelajari Integrasi Ekosistem Olahraga dari AS

bola5 Dilihat

DermayuMagz.com – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah giat mempelajari model pengembangan ekosistem olahraga yang terintegrasi di Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan tata kelola olahraga nasional.

Melalui program International Visitor Leadership Program (IVLP), delegasi NOC Indonesia berkesempatan untuk mendalami berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan di beberapa kota besar di Amerika Serikat. Fokus utama pembelajaran meliputi penguatan pembinaan atlet sejak usia dini, manajemen organisasi olahraga, strategi pendanaan, pemasaran olahraga (sport marketing), hingga sinergi antara olahraga dan institusi pendidikan tinggi.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyatakan bahwa Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang patut dijadikan referensi dalam pengembangan olahraga. Dengan populasi yang besar, Amerika Serikat berhasil mempertahankan posisinya sebagai kekuatan dominan di kancah Olimpiade berkat sistem pembinaan yang terpadu dan komprehensif.

Okto, sapaan akrab Raja Sapta, menjelaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, memiliki potensi luar biasa yang perlu digali. “Melalui IVLP, kami mendapatkan gambaran bagaimana Amerika Serikat membangun jalur pembinaan atlet yang berkelanjutan, mulai dari proses pencarian bakat (scouting), pembinaan usia muda, remaja, hingga atlet elit,” ujarnya pada Selasa (7/6).

Ia menambahkan bahwa kesuksesan Amerika Serikat didukung oleh ekosistem olahraga dan industri pendukung yang sangat kuat. Seluruh elemen, mulai dari perguruan tinggi, manajemen organisasi, sektor pendanaan, industri olahraga, pemasaran, hingga aspek sport science, anti-doping, dan kewirausahaan, berperan sebagai pilar penting dalam ekosistem tersebut.

Program IVLP yang diikuti oleh Ketua NOC Indonesia ini turut dihadiri oleh sembilan delegasi lainnya. Mereka adalah Bendahara Tommy Hermawan Lo, anggota Komite Eksekutif Josephine Tampubolon, Krisna Bayu, dan Greysia Polii, Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska, Direktur Tim Indonesia Richard Sam Bera, Safeguarding Officer Tabitha Charmaine Sumendap, Project Strategist Tara Talitha, serta Konsultan Media dan Public Relations Brigitha Sesilya. Program ini diselenggarakan pada periode 18 hingga 29 Juni 2026.

Selama mengikuti program, delegasi Indonesia mengamati bagaimana prestasi olahraga di Amerika Serikat dibangun melalui kolaborasi erat antar berbagai sektor. Pendekatan holistik ini dianggap sebagai pelajaran berharga yang dapat diadaptasi untuk Indonesia.

Okto menekankan pentingnya konsep ekosistem olahraga yang berjenjang, seperti yang diterapkan di Amerika Serikat. Keterlibatan institusi pendidikan tinggi, misalnya melalui National Collegiate Athletic Association (NCAA), menjadi krusial dalam mencetak atlet-atlet berbakat. “Konsep pembinaan ini sangat relevan untuk diadopsi di Indonesia, terlebih Bapak Presiden Prabowo memiliki visi kuat untuk memajukan olahraga nasional dan mendukung pembinaan jangka panjang,” tuturnya.

Seluruh temuan dari IVLP akan segera dilaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Diharapkan, konsep-konsep yang relevan dapat dikaji, diadaptasi, dan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik olahraga di Indonesia.

Belajar dari Empat Kota di Amerika Serikat

Dalam rangkaian program IVLP, delegasi NOC Indonesia tidak hanya terpaku pada satu lokasi, melainkan melakukan kunjungan ke empat kota strategis di Amerika Serikat. Kota-kota tersebut adalah Chicago, Indianapolis, Colorado Springs, dan Los Angeles.

Di Chicago, delegasi berkesempatan menyaksikan langsung penyelenggaraan perdana Indonesian American Games. Acara ini diinisiasi oleh diaspora Indonesia di Amerika Serikat, menunjukkan adanya upaya kolaborasi lintas budaya dalam memajukan olahraga.

Selanjutnya, di Indianapolis, rombongan mengadakan diskusi mendalam dengan Ray Looze, Kepala Pelatih Renang Indiana University. Kunjungan juga mencakup eksplorasi fasilitas olahraga universitas tersebut. Selain itu, dialog dengan Indiana Sports Corp menjadi agenda penting untuk memahami strategi penyelenggaraan dan pengembangan acara olahraga.

Perjalanan dilanjutkan ke Colorado Springs, kota yang dikenal sebagai “Olympic City”. Di sini, delegasi berinteraksi dengan United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) dan United States Anti-Doping Agency (USADA). Kunjungan ke U.S. Olympic & Paralympic Museum juga memberikan perspektif unik mengenai sejarah dan perkembangan olahraga Olimpiade.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah model pendanaan olahraga yang diterapkan oleh Team USA. Okto mengungkapkan apresiasinya terhadap masukan yang diterima dari USOPC.

“Dari USOPC, kami mendapat banyak masukan positif, salah satunya model pendanaan yang ditopang oleh berbagai sumber,” jelas Okto. Sumber pendanaan tersebut meliputi sponsorship, hak siar televisi (broadcasting rights), lisensi produk, donasi, kemitraan komersial, hingga penggalangan dana swasta melalui yayasan. Pendekatan ini bertujuan untuk menarik dukungan dari individu berpenghasilan tinggi, filantropis, dan komunitas bisnis, sehingga menciptakan fondasi keberlanjutan finansial yang kuat.

Rangkaian kunjungan diakhiri di Los Angeles, dengan agenda penting mengunjungi University of California, Los Angeles (UCLA). Kampus ini dijadwalkan akan menjadi village atlet pada perhelatan Olimpiade Los Angeles 2028, memberikan gambaran langsung mengenai persiapan infrastruktur dan logistik untuk acara olahraga akbar.

Kolaborasi Indonesia dan Amerika Serikat

Sementara itu, Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jamie Ravetz, menekankan pentingnya program IVLP sebagai wujud komitmen Amerika Serikat dalam memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia. Olahraga menjadi salah satu jembatan penting yang menghubungkan kedua negara.

“Amerika Serikat senang bisa menjadi tuan rumah program International Visitor Leadership Program bagi delegasi NOC Indonesia,” ujar Ravetz. Ia menambahkan, “Olahraga selalu menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara kita, dan kami yakin bahwa wawasan serta hubungan yang terjalin selama program ini akan memperkuat masa depan olahraga Indonesia sekaligus memperkokoh kemitraan yang telah lama terjalin antara kedua negara kita.”