Danantara dan UN Women Bersinergi untuk Membangun Tempat Kerja Inklusif di 15 BUMN

Bisnis2 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Danantara Asset Management menjalin kolaborasi strategis dengan UN Women, sebuah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Inisiatif ini melahirkan program WEPs Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2, yang diikuti oleh 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat budaya kerja yang inklusif, setara, dan saling menghormati di lingkungan BUMN. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan intensif selama delapan bulan kepada perusahaan peserta, dengan fokus pada transformasi komitmen pimpinan menjadi kebijakan dan praktik kerja yang konkret.

Danantara melihat program ini sebagai langkah krusial dalam memperkuat implementasi “Respectful and Inclusive Workplace” di seluruh ekosistem BUMN. Panduan yang telah diluncurkan sebelumnya, yaitu Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook, menjadi landasan bagi BUMN dalam membangun lingkungan kerja yang menghargai keberagaman dan menciptakan rasa aman bagi seluruh karyawan.

Agus Dwi Handaya, Managing Director Human Capital Danantara Indonesia PT Danantara Asset Management, menekankan bahwa panduan tersebut bukan sekadar dokumen kepatuhan. “Ia adalah bagian dari performance architecture, cara kita memastikan bahwa respect, inclusion, fairness, dan well-being masuk ke dalam tata kelola, sistem, perilaku, indikator kinerja, dan akhirnya menjadi nilai bisnis yang nyata,” jelasnya.

Wahyu Setyawan, Deputi Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan Badan Pengelola BUMN, menambahkan bahwa budaya kerja inklusif merupakan salah satu kunci agar BUMN dapat bersaing di kancah global. Ia menggarisbawahi pentingnya perspektif perempuan, pemikiran generasi muda, serta kontribusi dari kelompok disabilitas untuk mendorong inovasi.

“Saya berharap bahwa Respectful and Inclusive Workplace Policy tidak sekadar menjadi lembaran kebijakan, namun menjadi budaya kerja yang dihidupkan. Mari kita jadikan tempat kerja yang menghormati satu sama lain dan inklusif sebagai identitas BUMN Indonesia,” ujar Wahyu.

Nilai Tambah Tempat Kerja Inklusif

Berbagai studi telah membuktikan bahwa menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bukan hanya memberikan manfaat bagi karyawan, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) pada tahun 2023 di kawasan Asia Tenggara menunjukkan korelasi positif antara komitmen kepemimpinan terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas dengan penurunan risiko pergantian karyawan, mencapai hingga 9 persen. Lebih dari separuh responden survei tersebut juga menyatakan kesediaan mereka untuk pindah ke perusahaan yang menawarkan lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Lebih lanjut, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melalui studinya di Indonesia menemukan bahwa 77 persen perusahaan yang memiliki tingkat keberagaman gender yang lebih tinggi melaporkan dampak positif langsung terhadap bisnis mereka. Dampak ini bervariasi mulai dari peningkatan keuntungan hingga peningkatan retensi karyawan.

Melalui program WEPs Corporate Action Lab Cohort 2, perusahaan peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan akselerasi. Ini mencakup evaluasi kebijakan menggunakan WEPs Gender Gap Analysis Tool, partisipasi dalam lokakarya teknis yang mendalam, sesi pembelajaran antarpeserta (peer learning), serta pelatihan yang dirancang untuk membantu mereka merancang, menguji, dan mengukur efektivitas kebijakan yang mendukung terciptanya tempat kerja yang inklusif.

Program ini diharapkan dapat membimbing BUMN dalam menerjemahkan komitmen mereka terhadap kesetaraan dan inklusivitas menjadi kebijakan yang terimplementasi secara nyata dan efektif di seluruh lini operasional perusahaan.

15 BUMN Peserta WEPs Corporate Action Lab Cohort 2

Selama periode delapan bulan pelaksanaan program, 15 BUMN terpilih akan mendapatkan pendampingan intensif untuk mengimplementasikan kebijakan tempat kerja yang inklusif.

Berikut adalah daftar 15 BUMN yang berpartisipasi dalam WEPs Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2:

  • PT Aneka Tambang Tbk (Antam)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
  • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)
  • PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero)
  • PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni
  • PT Prima Layanan Nasional Enjiniring
  • PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD
  • PT TASPEN (Persero)
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom Indonesia)
  • PT Vale Indonesia Tbk
  • PT Waskita Karya (Persero) Tbk
  • Perum Bulog
  • Perum Jasa Tirta II.