Hardiknas 2026 di Sragen: SMKN 1 Kedawung Jadi Model Pendidikan Ketahanan Pangan

Berita9 Dilihat

DermayuMagz.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di tingkat Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kedawung, Kabupaten Sragen. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada peran sekolah tersebut sebagai percontohan pendidikan yang terintegrasi dengan upaya penguatan ketahanan pangan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bertindak sebagai inspektur upacara. Beliau membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menekankan bahwa pendidikan merupakan proses memuliakan manusia. Amanat tersebut juga menggarisbawahi pentingnya refleksi mendalam dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya adalah Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno; Bupati Sragen, Sigit Pamungkas; serta Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap inisiatif pendidikan yang berfokus pada ketahanan pangan.

Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momen krusial untuk memperkuat peran pendidikan dalam membentuk masa depan generasi muda. Beliau menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan juga mencakup lingkungan keluarga dan interaksi di tengah masyarakat.

“Dengan pendidikan yang baik, anak-anak diharapkan mampu berinteraksi, beradaptasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara,” ujar Gubernur Luthfi. Pernyataan ini menggarisbawahi visi pendidikan yang holistik dan berorientasi pada kemajuan bangsa.

Pemilihan SMKN 1 Kedawung sebagai lokasi utama Hardiknas 2026 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bukan tanpa pertimbangan strategis. Sekolah ini memiliki program keahlian yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Keunggulan utamanya terletak pada bidang pertanian, mencakup budidaya tanaman pangan seperti hortikultura, serta program agribisnis perkebunan.

Program-program ini dinilai sangat selaras dengan peta jalan pembangunan Jawa Tengah yang telah ditetapkan untuk tahun 2026. Salah satu fokus utama dalam peta jalan tersebut adalah pencapaian swasembada pangan, yang merupakan komponen vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menyoroti keberadaan fasilitas kebun di SMKN 1 Kedawung. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran praktik bagi siswa, tetapi juga secara aktif mendukung program unggulan pemerintah daerah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebun sekolah ini menjadi model nyata penerapan konsep ketahanan pangan.

Baca juga di sini: Cho Jin Woong Mundur dari Dunia Akting Akibat Skandal Masa Lalu

“SMKN 1 Kedawung memiliki kebun sebagai role model ketahanan pangan. Ada kelengkeng, jeruk, durian, jambu, dan lainnya yang sebagian sudah dimanfaatkan untuk program MBG,” jelas Gubernur Luthfi. Hal ini menunjukkan sinergi antara dunia pendidikan dan program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangkaian acara peringatan Hardiknas, Gubernur juga menyerahkan berbagai penghargaan dan beasiswa. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan prestasi di bidang pendidikan. Salah satunya adalah anugerah Satyalencana Karya Satya, yang diberikan kepada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pengakuan atas pengabdian mereka yang telah mencapai 10, 20, dan 30 tahun atau lebih.

Selain penghargaan bagi para pendidik, apresiasi juga diberikan kepada siswa berprestasi di tingkat nasional. Muhammad Azka Abdurrahman dari SMA Science Plus Baitul Qur’an Boarding School Kabupaten Sragen menerima penghargaan atas prestasinya meraih medali emas dalam cabang Teknologi Digital di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025. Prestasi ini menunjukkan potensi generasi muda dalam bidang teknologi.

Siswa berprestasi lainnya adalah Naila Aini Bahri dari SMA Unggulan Rushd Kabupaten Sragen. Ia berhasil meraih medali emas dalam cabang Wirausaha Sosial di ajang yang sama. Prestasi ini mencerminkan semangat kewirausahaan dan kepedulian sosial yang tinggi di kalangan pelajar.

Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, turut memberikan pandangannya mengenai fokus sekolah yang dipimpinnya. Beliau menegaskan bahwa sekolahnya berkomitmen untuk memperkuat kompetensi siswa di bidang pertanian. Kontribusi ini diharapkan dapat menjadi wujud nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

SMKN 1 Kedawung secara aktif mengembangkan berbagai program keahlian yang relevan dengan sektor pangan. Program-program tersebut meliputi budidaya tanaman pangan (hortikultura), agribisnis perkebunan, agribisnis ternak, agribisnis perikanan, pengolahan hasil pertanian, usaha pertanian terpadu, hingga tata boga. Diversifikasi program ini menunjukkan kesiapan sekolah dalam mencetak tenaga ahli yang siap terjun di berbagai lini industri pangan.

“Kami menyiapkan berbagai sektor pangan, mulai dari buah, telur, hingga ikan. Ini juga mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ujar Fahmi Khoiruman. Dengan demikian, SMKN 1 Kedawung tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkontribusi langsung pada pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.