DermayuMagz.com – Pemerintah Kota Malang, bekerja sama dengan aparat kepolisian, telah melancarkan operasi pemeriksaan mendadak di sejumlah fasilitas penitipan anak atau daycare di wilayahnya.
Tindakan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait potensi kasus kekerasan dan kelalaian yang mungkin terjadi terhadap anak-anak yang dititipkan.
Operasi ini tidak hanya sekadar kunjungan seremonial. Tim yang terdiri dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), serta Unit PPA Polresta Malang Kota, bekerja sama untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
Mereka fokus pada berbagai aspek, mulai dari kelengkapan fasilitas, cara pengasuh berinteraksi dengan anak, hingga evaluasi sistem pengawasan internal yang seringkali terlewatkan.
Beberapa lokasi daycare yang menjadi sasaran pemeriksaan meliputi Daisy Mom and Baby Care, Peony Daycare, Kamila Daycare & PAUD, serta Ummaya Children Centre.
Pemeriksaan ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan sesuai dengan standar perlindungan anak yang berlaku.
Kepala UPT PPA, Fulan Diana Kusumawati, bersama dengan Kanit PPA Polresta Malang Kota, Khusnul Khotimah, memimpin langsung tim dalam melakukan peninjauan ini.
Mereka tidak hanya mengobservasi, tetapi juga aktif berdiskusi dengan para pengelola dan staf pengasuh di setiap daycare yang dikunjungi.
Tujuan utama dari dialog ini adalah untuk mengonfirmasi bahwa lingkungan daycare benar-benar menciptakan rasa aman secara fisik maupun psikologis bagi anak-anak.
“Kami ingin memastikan bahwa daycare bukan sekadar tempat untuk menitipkan anak, melainkan sebuah ruang yang benar-benar aman, baik dari segi fisik maupun psikis,” ujar Khusnul Khotimah pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan dan penindakan dini. Pihak kepolisian tidak hanya bertindak ketika sebuah kasus kekerasan atau kelalaian telah terjadi.
Namun, mereka juga berperan aktif dalam mencegah potensi pelanggaran hak anak sejak awal.
Baca juga di sini: Westlife Kembali, Jakarta Nostalgia Februari 2026
Upaya pencegahan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari memberikan edukasi mengenai hukum perlindungan anak, mendampingi korban jika terjadi insiden, hingga melakukan penegakan hukum apabila ditemukan indikasi kelalaian yang serius.
“Kami juga mengingatkan para pengelola mengenai konsekuensi hukum yang mungkin timbul. Apabila terjadi kelalaian atau bahkan kekerasan, proses hukum pasti akan dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Khusnul.
Sementara itu, Fulan Diana Kusumawati menyoroti pentingnya penerapan pola pengasuhan yang berbasis pada pendekatan humanis.
Menurutnya, kualitas sebuah daycare tidak semata-mata dapat diukur dari kelengkapan fasilitas fisik yang tersedia.
Aspek yang lebih fundamental adalah bagaimana anak-anak diperlakukan dalam keseharian mereka oleh para pengasuh.
“Anak-anak harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, seolah-olah mereka adalah bagian dari keluarga sendiri. Perasaan aman dan bahagia adalah kunci utama bagi perkembangan mereka yang optimal,” jelas Fulan.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan daycare juga datang dari pemerintah pusat melalui program yang disebut Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pengasuh agar mereka dapat bekerja secara lebih profesional dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap berbagai kebutuhan anak.
Berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan oleh tim gabungan, mayoritas daycare di Kota Malang dinilai telah memenuhi standar dasar operasional.
Namun, tim pemeriksaan menemukan beberapa poin penting yang masih memerlukan perhatian lebih serius.
Catatan tersebut antara lain mengenai penguatan sistem pengawasan internal, pentingnya pencatatan aktivitas harian anak secara detail, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi para pengasuh agar mereka lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi.






