Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Abu Naik 700 Meter

Berita6 Dilihat

DermayuMagz.com – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami dua kali erupsi pada Sabtu pagi.

Letusan pertama tercatat pada pukul 06.56 WIB, menghasilkan kolom abu yang membubung setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncak. Ketinggian ini setara dengan 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu. Abu tersebut terlihat tebal dan bergerak ke arah barat daya serta barat.

Erupsi pertama ini terekam dalam data seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berlangsung selama 105 detik. Fenomena ini menandakan adanya pelepasan energi yang cukup signifikan dari dalam gunung.

Tidak berselang lama, aktivitas erupsi kembali terjadi. Pada pukul 07.05 WIB, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa kembali memuntahkan kolom abu.

Baca juga di sini: Daftar Lengkap Peraih Penghargaan AMI Awards 2025

Tinggi kolom abu pada erupsi kedua ini juga dilaporkan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak, atau tetap pada ketinggian 4.376 mdpl. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berlanjut dengan intensitas yang serupa.

Sama seperti erupsi sebelumnya, kolom abu pada letusan kedua ini juga berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah barat daya serta barat. Data seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 103 detik untuk erupsi kedua ini.

Saat ini, Gunung Semeru berada dalam status Level III atau Siaga. Status ini mengharuskan masyarakat untuk mematuhi berbagai rekomendasi demi keselamatan.

Oleh karena itu, aktivitas masyarakat dilarang keras di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak gunung yang merupakan pusat erupsi.

Bahkan di luar radius tersebut, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati. Aktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, juga tidak diperkenankan.

Hal ini dikarenakan adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, larangan lain yang diberlakukan adalah aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini dianggap rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang bisa membahayakan.

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Semeru diminta untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lainnya. Ini termasuk awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar.

Ancaman ini terutama mengintai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Aliran sungai yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Perluasan jangkauan lahar bisa sangat berbahaya bagi permukiman di sekitarnya.