PLN Tunda Proyek PLTA Upper Cisokan Akibat Longsor

Berita6 Dilihat

DermayuMagz.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan konstruksi di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan, yang berlokasi di Jawa Barat. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya insiden tanah longsor di area proyek akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Ferdyan Hijrah Kusuma, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan bagian dari strategi antisipasi dan penanganan awal terhadap dampak longsor.

“Memang benar, telah terjadi longsor yang dipicu oleh tingginya curah hujan. Sebagai respons, kami telah melakukan sterilisasi di area terdampak serta wilayah yang berpotensi mengalami longsor, dan menghentikan sementara seluruh aktivitas pekerjaan,” ungkap Ferdyan dalam keterangannya di Bandung Barat pada hari Sabtu.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penghentian sementara ini akan diikuti dengan proses evaluasi mendalam oleh tim teknisi PLN di lapangan. Evaluasi ini krusial untuk memetakan kondisi geologi tanah dan memastikan tingkat keamanan lokasi sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan kembali.

PLN secara tegas menyatakan bahwa setelah insiden longsor terjadi, perusahaan langsung bergerak cepat untuk mengamankan area sekitar. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa pada saat kejadian, tidak ada aktivitas pekerjaan yang sedang berlangsung di lokasi yang terkena longsor, sehingga tidak ada korban jiwa maupun cedera di antara para pekerja.

“Pada saat longsor terjadi, tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat bencana ini,” tegas Ferdyan.

Baca juga di sini: Skor Film "Wicked: For Good" Turun Dibanding Film Sebelumnya

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat juga turut serta dalam penanganan pasca-longsor dengan mengerahkan tim ke lokasi kejadian. Langkah ini merupakan bagian dari upaya koordinasi lintas sektor untuk memantau dan memastikan kondisi keamanan pasca-insiden.

Asep Sehabbudin, Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Rongga dan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Ia juga menyatakan bahwa tim BPBD akan diterjunkan pada hari Sabtu untuk melakukan penanganan langsung di lokasi.

“Kami dari BPBD akan segera menerjunkan anggota pada hari Sabtu ini untuk melakukan penanganan di lokasi,” ujar Asep.

Selain itu, BPBD bersama dengan instansi terkait lainnya akan melakukan pendataan di lapangan. Kegiatan ini juga mencakup pemetaan potensi kerawanan di sekitar area proyek. Upaya pemetaan ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi hujan.

Proyek PLTA Upper Cisokan sendiri merupakan sebuah proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan sistem *pumped storage* yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Proyek ini dirancang dengan kapasitas terpasang sekitar 1.040 MW, yang terdiri dari empat unit turbin, masing-masing berkapasitas 260 MW.

Desain PLTA ini memanfaatkan dua waduk yang berada pada ketinggian berbeda, yaitu waduk atas dan waduk bawah. Sistem ini memungkinkan penyimpanan dan produksi energi listrik secara efisien dengan memanfaatkan perbedaan elevasi air.