Normalisasi Irigasi Lingsir TMMD 128 Gresik Lancarkan Aliran Air Pertanian

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Ketahanan pangan di tingkat pedesaan menjadi fokus utama dalam program TMMD 128 Gresik yang dilaksanakan di Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean.

Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) melakukan pengerukan dan normalisasi saluran irigasi yang sebelumnya mengalami pendangkalan.

Pada hari Selasa, 5 Mei 2026, pengerjaan ini melibatkan penggunaan alat berat untuk mengangkat lumpur dan material yang menghambat aliran air.

Normalisasi ini merupakan langkah krusial untuk mengembalikan fungsi optimal saluran irigasi sebagai penunjang kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Dalam sektor pertanian pedesaan, kelancaran pasokan air irigasi sangat menentukan tingkat produktivitas.

Gangguan pada aliran air sebelumnya seringkali berakibat pada tertundanya musim tanam dan penurunan hasil panen para petani.

Di lokasi pengerjaan, anggota Satgas TMMD tidak hanya mengoperasikan alat berat, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan dengan aman, terukur, dan tepat sasaran.

Keterlibatan aktif personel TNI ini berkontribusi dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus menjaga kualitas hasil normalisasi.

Baca juga: Kedatangan Wisman ke Indonesia Naik Pesat di Awal 2026, India Jadi Penggerak

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik, Fadly Subur Karamaha, menekankan bahwa normalisasi irigasi ini merupakan bagian integral dari strategi penguatan ketahanan pangan daerah.

“Kami berupaya memastikan saluran irigasi di Dusun Lingsir ini dapat berfungsi kembali secara optimal, sehingga para petani tidak lagi mengalami kendala dalam mendapatkan pasokan air yang memadai,” jelasnya.

Melalui perbaikan infrastruktur irigasi ini, TMMD 128 Gresik diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas produksi pertanian.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko kekeringan yang seringkali dihadapi petani saat musim kemarau.

Pelaksanaan program TMMD ini kembali menegaskan komitmen pembangunan desa yang tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan.

Namun juga mencakup sistem pendukung ekonomi masyarakat, salah satunya melalui perbaikan dan pemeliharaan irigasi pertanian yang vital bagi kesejahteraan petani.