DermayuMagz.com – Ekonomi Indonesia menunjukkan performa impresif di awal tahun 2026, mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I.
Angka ini merupakan yang tertinggi sejak kuartal III 2022, menandai pemulihan yang kuat pasca pandemi COVID-19.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ini melampaui prediksi analis serta realisasi pada kuartal sebelumnya.
Pada kuartal IV 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,39 persen secara tahunan.
Hasil survei Reuters sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,30 persen, sehingga capaian 5,61 persen ini menjadi kejutan positif.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kuartal I 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan dari 4,87 persen menjadi 5,61 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 bila dibandingkan dengan kuartal I/2025 atau secara year on year mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen,” jelas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta.
Peningkatan pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk lonjakan belanja pemerintah dan momentum perayaan hari besar keagamaan.
Belanja pemerintah dilaporkan melonjak hingga 21,8 persen, yang mencakup pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan program-program pemerintah lainnya.
Konsumsi rumah tangga, yang menjadi tulang punggung Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,52 persen.
Baca juga: Pemkot Mojokerto dan IPPAT Bersinergi Permudah Investasi
Momentum Ramadan, yang dimulai pada pertengahan Februari 2026, turut berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat.
Sementara itu, sektor investasi mencatat pertumbuhan sebesar 5,96 persen, meskipun sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 6,12 persen.
Amalia menambahkan bahwa angka pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih tinggi dibandingkan beberapa negara besar di kawasan.
Sebagai perbandingan, China mencatat pertumbuhan 5 persen, Amerika Serikat 2,7 persen, Malaysia 5,3 persen, Singapura 4,6 persen, dan Korea Selatan 3,6 persen.
Namun, Indonesia masih tertinggal dari Vietnam yang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi 7,8 persen pada periode yang sama.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi pencapaian pertumbuhan 5,61 persen ini sebagai hal yang luar biasa di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Menurutnya, angka ini menunjukkan akselerasi ekonomi yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Begitu tercapai 5,61 persen, ini prestasi yang luar biasa di tengah gejolak tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu. Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61 persen dan dibandingkan triwulan IV tahun lalu kan tumbuhnya lebih cepat. Dulu 5,39 persen sekarang 5,6 persen,” ujar Purbaya.
Purbaya juga optimistis bahwa capaian ini menandakan ekonomi Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan stagnan yang berkisar 5 persen selama beberapa tahun terakhir.
Ia berpendapat bahwa Indonesia telah berhasil keluar dari apa yang sering disebut sebagai “jebakan” pertumbuhan 5 persen.
“Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ekonomi lagi bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” tegasnya.
Meskipun demikian, beberapa ekonom memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi mungkin akan sedikit melambat pada kuartal berikutnya.
Analis DBS Bank, Radhika Rao, memperkirakan kuartal I 2026 bisa menjadi puncak pertumbuhan tahun ini.
Hal ini dikarenakan aktivitas ekonomi dapat terhambat oleh tingginya harga energi dan tekanan dari konsolidasi fiskal.
Pemerintah sendiri telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen untuk tahun 2026.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada dalam rentang 4,9 persen hingga 5,7 persen.
Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,1 poin persentase menjadi 5 persen.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
Baca:
- BI kembali pangkas suku bunga, langkah mengejut untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia
- Diragukan ekonom, Menko Airlangga bantah ada manipulasi data pertumbuhan ekonomi 5,12%
Source: Others/ew (da)






