Mentan Ungkap Rencana Ekspor Pupuk ke Sejumlah Negara

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana ambisius Indonesia untuk mengekspor pupuk ke sejumlah negara mitra. Langkah ini menunjukkan kekuatan produksi pupuk nasional di tengah dinamika pasar global.

Indonesia menargetkan pengiriman pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton. Selain itu, permintaan besar datang dari India yang membutuhkan 500 ribu ton pupuk. Rencana ekspor ini disampaikan Mentan Amran usai melaporkan kondisi sektor pangan kepada Presiden.

Dalam laporan kepada Presiden, Mentan Amran juga menyampaikan kabar baik mengenai ketahanan stok beras nasional. Stok beras yang ada saat ini tercatat mencapai 5,2 juta ton, memastikan ketersediaan pangan di dalam negeri.

“Yang menarik adalah kita ekspor pupuk ke Australia, India minta juga 500 ribu ton. Dubes-nya menelepon langsung ke saya,” ujar Amran kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Secara rinci, realisasi ekspor pupuk ke Australia telah mencapai 250 ribu ton. Selain India, pemerintah juga tengah menjajaki potensi ekspor ke Brasil dan Filipina.

Target total ekspor pupuk jenis urea yang dicanangkan Indonesia adalah mencapai 1 juta ton. Angka ini menegaskan kapasitas produksi pupuk Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan domestik sekaligus pasar internasional.

Mengenai potensi pendapatan negara dari transaksi ekspor ini, Mentan Amran menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan perhitungan mendalam. Ia optimis bahwa nilai ekonomi dari ekspor pupuk ini akan signifikan.

“Nanti aku kalkulasi, semakin mahal semakin bagus,” ucapnya singkat, mengindikasikan adanya potensi keuntungan yang besar.

Kebijakan ekspor pupuk ini dijalankan bersamaan dengan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi pangan di dalam negeri. Pemerintah sebelumnya telah mengambil keputusan berani untuk menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.

Langkah penurunan harga pupuk subsidi ini merupakan upaya antisipasi terhadap potensi krisis pupuk global yang diprediksi akan terjadi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah mengantisipasi ketidakstabilan pasar dunia.

Mentan Amran mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo yang dinilainya sangat visioner. Presiden telah memprediksi bahwa dunia akan memasuki periode yang tidak stabil, terutama dalam hal pasokan pangan dan komoditas penting seperti pupuk.

“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan,” tegas Mentan Amran dalam keterangan resminya.

Keputusan untuk menurunkan harga pupuk subsidi di tengah lonjakan harga pupuk dunia yang mencapai lebih dari 40 persen menjadi bukti kesigapan pemerintah. Gangguan pasokan global memang menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian di banyak negara.

Dengan kebijakan ini, Indonesia tidak hanya berupaya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani lokal dengan harga terjangkau, tetapi juga mampu menunjukkan taringnya di pasar internasional melalui ekspor. Hal ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional dan kontribusi Indonesia dalam pasokan pangan global.

Rencana ekspor pupuk ke Australia, India, Brasil, dan Filipina ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, hal ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pupuk terkemuka di dunia.

Keberhasilan dalam menjaga stabilitas produksi pangan domestik, ditambah dengan kemampuan ekspor, menjadikan Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Sektor pertanian terus menjadi andalan dalam menjaga kedaulatan pangan dan perekonomian negara.

Baca juga: FIA UB Gelar Workshop Kampus Ramah Lingkungan

Mentan Amran terus berkomitmen untuk memastikan bahwa sektor pertanian Indonesia terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat. Langkah-langkah strategis seperti ini akan terus digalakkan untuk masa depan pertanian yang lebih cerah.