Dugaan Penularan Antarmanusia Hantavirus di Kapal Pesiar, Kata WHO

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Wabah hantavirus yang terdeteksi di sebuah kapal pesiar mewah telah memicu kekhawatiran global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan adanya kemungkinan penularan virus ini antarmanusia, sebuah skenario yang jarang terjadi untuk penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat.

Peristiwa ini terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Terdapat tujuh kasus yang dicurigai atau terkonfirmasi menderita hantavirus, termasuk tiga kasus fatal. Korban jiwa tersebut terdiri dari dua warga negara Belanda dan satu warga negara Jerman.

Maria Van Kerkhove, Direktur Kesiapsiagaan Epidemi WHO, menjelaskan bahwa indikasi penularan antarmanusia muncul dari pola kasus yang melibatkan kontak sangat dekat. Ia menyebutkan bahwa pasangan yang berbagi kabin selama pelayaran menjadi salah satu fokus penyelidikan.

Meskipun demikian, WHO menekankan bahwa risiko penyebaran hantavirus ke populasi umum dinilai masih sangat rendah. Penegasan ini penting untuk meredakan potensi kepanikan yang lebih luas.

Dugaan Penularan dalam Lingkungan Terbatas

Kapal pesiar MV Hondius, yang berbendera Belanda, saat ini berada di lepas pantai Tanjung Verde. Situasi ini menjadi perhatian khusus karena penularan antarmanusia bukanlah cara umum penyebaran hantavirus.

Penyakit ini biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, atau melalui gigitan hewan tersebut. Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi dan hanya terkait dengan jenis hantavirus tertentu.

Van Kerkhove menyatakan, “Kami melihat kemungkinan penularan antarmanusia di antara kontak sangat erat, seperti pasangan yang berbagi kabin.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kedekatan fisik dalam potensi penularan virus ini.

Baca juga: Mentan Ungkap Rencana Ekspor Pupuk ke Sejumlah Negara

Investigasi Tanpa Temuan Tikus

Fakta menarik muncul dari laporan awal yang menyatakan tidak ditemukannya hewan pengerat di atas kapal. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sumber awal infeksi bagi para penumpang dan kru.

Kemungkinan lain yang sedang diselidiki adalah bahwa sebagian kasus mungkin berasal dari paparan sebelum mereka naik kapal. Atau, paparan bisa saja terjadi selama kunjungan ke pulau-pulau terpencil yang menjadi bagian dari rute pelayaran.

Kapal MV Hondius dilaporkan memulai pelayarannya dari Ushuaia, Argentina, pada bulan Maret. Rute pelayaran meliputi kawasan Antarktika dan pulau-pulau terpencil seperti South Georgia dan Tristan da Cunha.

Para ahli menduga bahwa pasangan asal Belanda yang menjadi kasus pertama mungkin sudah terinfeksi sebelum memulai perjalanan. Selain itu, aktivitas wisata alam di pulau-pulau yang menjadi habitat hewan pengerat dan burung juga berpotensi menjadi sumber paparan tambahan.

Respons Darurat dan Evakuasi

Saat ini, sekitar 150 penumpang masih berada di atas kapal. Mayoritas penumpang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol. Mereka sempat diinstruksikan untuk tetap berada di kabin demi meminimalkan risiko penularan lebih lanjut.

Prioritas utama tim respons darurat adalah melakukan evakuasi terhadap penumpang yang masih sakit. Selain itu, pengujian lanjutan terus dilakukan untuk mengidentifikasi jenis hantavirus yang menyebabkan wabah ini.

Otoritas kesehatan dari berbagai negara, termasuk Afrika Selatan dan Senegal, terlibat dalam proses analisis laboratorium untuk mengkonfirmasi temuan. Salah satu pasien asal Inggris yang dirawat intensif di Johannesburg, Afrika Selatan, telah dinyatakan positif hantavirus.

Hantavirus: Ancaman Langka namun Mematikan

Menurut data WHO, secara global, kasus hantavirus dilaporkan berkisar antara 10.000 hingga 100.000 setiap tahun. Meskipun tidak termasuk penyakit yang sangat umum, hantavirus memiliki potensi mematikan.

Di kawasan Amerika, terutama di Argentina, tingkat kematian akibat hantavirus bisa mencapai 32 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varian hantavirus lain yang ditemukan di belahan dunia lain.

Dalam kasus wabah di kapal pesiar ini, dugaan keterlibatan strain Andes sedang dalam tahap konfirmasi. Strain hantavirus Andes memang diketahui memiliki kemampuan untuk menular dari manusia ke manusia, meskipun jarang terjadi.

Ketidakpastian Tujuan Akhir Kapal

Rencana awal perjalanan kapal MV Hondius adalah melanjutkan pelayaran menuju Kepulauan Canary, Spanyol. Namun, pemerintah Spanyol menyatakan masih menunggu hasil inspeksi epidemiologis sebelum memberikan izin untuk kapal tersebut berlabuh.

Sementara itu, otoritas kesehatan di Tanjung Verde sedang mempersiapkan skema evakuasi tambahan jika memang diperlukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan penanganan medis yang memadai bagi semua penumpang dan kru.

WHO mengakui adanya kekhawatiran yang dirasakan oleh para penumpang yang kini terisolasi di atas kapal. Komunikasi yang intensif dan transparan terus dilakukan untuk memberikan informasi terkini dan menjamin keselamatan mereka.

“Kami mendengar kekhawatiran para penumpang. Kami bekerja sama dengan operator kapal dan negara asal mereka untuk memastikan semua bisa kembali dengan aman,” ujar Van Kerkhove. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menyelesaikan krisis kesehatan yang terjadi di tengah laut ini.