DermayuMagz.com – Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur untuk periode 2026–2031 telah memasuki tahap krusial.
Tim seleksi secara resmi mengumumkan 23 kandidat yang berhasil lolos tahap administrasi. Keputusan ini tertuang dalam surat keputusan nomor 37/TSCPB/2026 yang diterbitkan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Proses verifikasi berkas para pendaftar telah dilakukan secara cermat oleh panitia pada Selasa, 5 Mei 2026. Dari seluruh dokumen yang masuk, sebanyak 23 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhak melanjutkan ke tahap uji kompetensi.
Sekretaris Tim Seleksi, Selamet Riyadi, menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan hasil validasi kelengkapan dokumen. Ia mewakili Ketua Tim Seleksi, Ahmad Rifa’i Azhari, dalam pernyataannya.
“Berdasarkan hasil verifikasi dokumen administrasi, tim seleksi menetapkan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Selamet dalam keterangan tertulisnya.
Berikut adalah daftar 23 kandidat yang lolos seleksi administrasi:
- KH. Aden Ali Abdulloh, M.Pd.I
- H. Ahmad Fatoni Rozy, S.Pd.I
- Ahmad Solihin
- Andi Syarif Hidayatulloh, S.Ag
- Asep Adang Kurnia, S.Pd.I., M.Pd
- Ayi Mamduh, M. Pd
- Budi Muhammad, S.Pd.I
- Dadang Heri Sofyan Assaory
- Dasep Ahmad Zaini
- H. Deny Saeful Rohman, SE
- Diny Diana Farida
- Elis Rahayu, S.HI., S.Pd., M.Si., M.Pd
- Iin Solihin, S.T., M.Si
- Irvan Iskandar, S.E
- Misbah Yedi Mulyadi
- Moh. Juaeni, S.Pd
- H. Muhamad Ichsan, SE
- H. Muhammad Toha, S.Ag., M.Pd.I
- Mustopa Kamal, S.Pd
- Saepul Anwar, M.Pd
- Siti Nurhalimah
- H. Tata, A.Pi., M.M
- U. Awaludin, S.Ag, MH
Para kandidat ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, praktisi keagamaan, dan profesional. Keberagaman ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Cianjur.
Ujian pengetahuan dasar bagi para kandidat dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Lokasi ujian dipusatkan di Ruang Rapat PKK, Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jalan Siliwangi, Kelurahan Pamoyanan.
Pelaksanaan ujian akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di bawah pengawasan ketat tim seleksi. Panitia telah menetapkan protokol yang harus dipatuhi untuk menjaga ketertiban selama proses berlangsung.
Peserta wajib mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana hitam, dan sepatu hitam. Mereka juga diinstruksikan untuk hadir di lokasi minimal 30 menit sebelum ujian dimulai.
Sebagai syarat fisik, setiap peserta harus membawa kartu identitas diri atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. Hal ini penting untuk verifikasi identitas sebelum memasuki ruang ujian.
Mengingat tes akan dilakukan secara digital, peserta diwajibkan membawa ponsel berbasis Android. Perangkat tersebut harus memiliki paket data atau kuota internet yang memadai untuk kelancaran ujian.
Untuk mengantisipasi kendala teknis, panitia menyarankan peserta untuk menyiapkan power bank atau perangkat pengisi daya cadangan. Hal ini penting agar tidak ada gangguan teknis yang menghambat jalannya ujian.
Selain kesiapan fisik dan teknis, peserta yang belum melengkapi berkas makalah bertema pengelolaan zakat diminta segera menyerahkannya. Panitia menekankan pentingnya kelengkapan berkas ini.
Berkas makalah, baik dalam bentuk fisik maupun digital, harus diunggah melalui situs resmi pendaftaran di seleksibaznas.cianjurkab.go.id. Unggahan ini harus dilakukan sebelum tes kompetensi dimulai sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedisiplinan dalam mengikuti setiap aturan menjadi poin krusial dalam tahapan seleksi ini. Tim seleksi menegaskan bahwa pengabaian terhadap aturan dapat berujung pada pembatalan status kelulusan peserta.
Profesionalisme dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi tolok ukur utama dalam menentukan siapa yang layak melaju ke fase selanjutnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemimpin yang amanah dan berintegritas.
Hasil penilaian dari tes pengetahuan dasar dan kualitas makalah akan diumumkan kepada publik pada tanggal 12 Mei 2026. Pengumuman ini akan menjadi langkah selanjutnya dalam proses rekrutmen.
Melalui mekanisme seleksi yang ketat ini, diharapkan dapat lahir pimpinan BAZNAS Cianjur yang memiliki kredibilitas tinggi. Pimpinan terpilih diharapkan mampu menjawab tantangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selamet Riyadi kembali menekankan pentingnya proses ini dalam mencari sosok pemimpin yang memiliki kapasitas dan moralitas yang terjaga. Hal ini demi masa depan pengelolaan zakat dan kesejahteraan umat di Cianjur.
Baca juga: FOKUS: Kehidupan Terkurung Gorila Bua Noi Selama 40 Tahun di Mal Bangkok
“Proses seleksi ini diharapkan mampu menjaring figur terbaik yang memiliki integritas dan kompetensi dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya menutup keterangan resmi tersebut.






