Dinkes DKI Imbau Warga Jakarta Waspada Hantavirus dari Kotoran Tikus

News6 Dilihat

DermayuMagz.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat ibu kota untuk lebih waspada terhadap potensi penularan hantavirus yang dapat bersumber dari kotoran tikus.

Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari keberadaan tikus.

Menurut Ani, penularan hantavirus dapat terjadi melalui berbagai jalur kontak dengan tikus. Jalur-jalur tersebut meliputi paparan kotoran, urine, air liur, hingga gigitan dari hewan pengerat tersebut.

Ani menjelaskan bahwa salah satu modus penularan yang paling perlu diwaspadai adalah melalui udara. Hal ini terjadi ketika partikel dari kotoran atau cairan tikus mengering, kemudian bercampur dengan udara dan terhirup oleh manusia.

“Dari kotoran tikus, air liur maupun kencingnya kalau kemudian dia kering lalu bercampur dengan partikel udara itu bisa terhirup oleh kita atau dengan kontak langsung kepada sekresi tikus yang terkontaminasi Hanta atau kemudian secara langsung dengan gigitan tikus,” papar Ani.

Oleh karena itu, Ani memberikan saran penting kepada masyarakat. Ia mengimbau agar tidak melakukan pembersihan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus dalam kondisi kering.

Sebelum melakukan pembersihan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyemprotkan cairan disinfektan ke area tersebut. Hal ini bertujuan untuk membunuh virus dan bakteri yang mungkin ada.

Ani menambahkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan cairan pemutih rumah tangga sebagai alternatif disinfektan yang mudah didapatkan. Cairan pemutih ini efektif untuk membersihkan area yang terkontaminasi sebelum kotoran tikus dibersihkan lebih lanjut.

Baca juga : Pohon Pilihan untuk Memancing Burung Walet: Panduan Budidaya Alami

“Kalau di rumah kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai desinfektan sebelum dibersihkan kotorannya,” jelasnya.

Selain fokus pada pencegahan penularan melalui tikus, Ani juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara umum. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama untuk mencegah berbagai macam penyakit, termasuk yang disebabkan oleh virus.

“Pada dasarnya adalah tetap melakukan protokol pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir karena itu adalah kunci untuk mencegah masuknya virus ke tubuh kita,” tegas Ani.

Dinkes DKI Jakarta sendiri telah mencatat adanya temuan kasus positif Hantavirus di wilayah ibu kota. Hingga kini, tiga kasus positif telah teridentifikasi.

Lebih lanjut, terdapat enam kasus lain yang masih berstatus suspek dan terus dipantau perkembangannya oleh pihak Dinkes.

Menindaklanjuti arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinkes DKI Jakarta telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan Hantavirus kepada seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan tenaga medis dalam mendeteksi dan menangani kasus yang muncul.

Selain itu, beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta juga telah ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel. Penunjukan ini dilakukan untuk memperketat pemantauan dan deteksi dini terhadap kasus-kasus suspek Hantavirus di masyarakat.