DermayuMagz.com – Upaya pelestarian lingkungan terus digalakkan, salah satunya melalui penanaman pohon. Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Bali, mengambil peran aktif dalam inisiatif ini dengan menanam 100 bibit pohon di kawasan Nuanu, Desa Beraban, Kabupaten Tabanan.
Penanaman ini bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di objek wisata tersebut. Hadhiyyah N. Cahyono, East Deputy of Horticulture Kebun Raya, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi kelestarian alam.
Pohon-pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penambah keasrian, tetapi juga memiliki nilai penting dalam budaya dan pengobatan tradisional Bali. Kawasan Nuanu, yang merupakan objek wisata pesisir Pantai Nyanyi, menjadi lokasi strategis untuk kegiatan konservasi ini.
Tiga jenis pohon spesifik dipilih untuk ditanam, yaitu pohon majegau (Dysoxylum densiflorum), buni (Antidesma bunius), dan pohon bunga cempaka kuning (Magnolia champaca). Pemilihan ini didasarkan pada fungsi ekologis, budaya, dan medis yang dimiliki oleh masing-masing jenis pohon.
Pohon majegau, yang berasal dari famili Meliaceae, memiliki sebaran luas di Asia Tenggara. Di Bali, pohon ini memegang peranan penting dalam upacara keagamaan Hindu. Selain itu, majegau juga digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui memiliki kandungan antibakteri serta sitotoksik.
Sementara itu, pohon buni termasuk dalam famili Phyllanthaceae dan berasal dari wilayah tropis serta subtropis. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan untuk penyembuhan berbagai penyakit, seperti rematik, pneumonia, gangguan pencernaan, serta untuk mengatasi infeksi cacing.
Baca juga : Acha Septriasa Ungkap Peran Putri Ayudya dalam Film Suamiku Lukaku
Daun buni kaya akan flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Kandungan ini memberikan khasiat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, serta membantu dalam sintesis kolagen. Manfaat kesehatan dari buni menjadikannya komoditas penting dalam pengobatan herbal.
Pohon cempaka kuning, anggota famili Magnoliaceae, memiliki asal-usul dari India dan menyebar luas hingga ke Indo-Cina, Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Cina barat daya. Tumbuhan ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional berkat kandungan antioksidan, antibakteri, dan antimalarianya.
Di Bali, bunga cempaka kuning memiliki makna spiritual dan digunakan sebagai bagian dari persembahyangan serta upacara adat. Keindahan dan aroma khasnya menambah nilai estetika sekaligus spiritual.
Hadhiyyah menekankan bahwa upaya pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan penanaman pohon ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antar berbagai pihak dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi alam dan masyarakat.
Melalui penanaman seratus bibit pohon ini, Kebun Raya Eka Karya Bedugul tidak hanya berkontribusi pada penghijauan kawasan, tetapi juga turut melestarikan kekayaan hayati dan warisan budaya Bali. Keberadaan pohon-pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.






