Prabowo dan Macron di Paris, Diskusi Energi dan Pendidikan

News9 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk membahas berbagai isu strategis yang krusial bagi kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya membawa sejumlah agenda kerja sama yang meliputi bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, serta riset.

Selain itu, perjanjian Indonesia-European Union CEPA juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Prabowo juga menyampaikan instruksinya untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang sekolah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai persiapan menghadapi perkembangan global yang semakin dinamis di masa mendatang.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis saat ini tercatat berkembang positif, terutama dalam sektor pertahanan, sains, dan teknologi. Prabowo menaruh perhatian besar pada penguatan kerja sama di bidang pendidikan.

Ia mengungkapkan optimisme bahwa kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara akan menjadi lebih konkret, seimbang, dan memberikan dampak yang luas.

Prabowo mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Prancis sebagai negara sahabat dalam memajukan berbagai sektor di Indonesia.

Ia berterima kasih atas dukungan Presiden Macron yang dinilai dapat mempercepat kemajuan tersebut.

Lebih lanjut, Prabowo berharap kunjungan delegasi Indonesia ke Prancis dapat meningkatkan kerja sama, khususnya dalam hal nilai investasi antara kedua negara.

Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council disambut baik oleh Prabowo sebagai langkah penting untuk mendorong partisipasi perusahaan Prancis di perekonomian Indonesia.

Prabowo juga menyatakan harapannya agar Prancis dan negara-negara Eropa lainnya dapat terus memainkan peran yang lebih signifikan di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga : Bupati Lucky Hakim: Terima Kasih Warga Indramayu, Kurban Rp 82,3 M

Ia menekankan bahwa Prancis, sebagai salah satu pemimpin Eropa, memiliki peran krusial dalam dinamika di Asia Tenggara.