Rano Karno Ajak Warga Jakarta Jaga Kerukunan Jelang Waisak

News9 Dilihat

DermayuMagz.com – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, pada Jumat (29/5/2026), mengajak seluruh warga ibu kota untuk senantiasa merawat kerukunan dan mempererat tali persaudaraan. Ajakan ini disampaikan menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2026, yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026.

Rano Karno menyampaikan pesannya saat menghadiri rangkaian acara “Illumination of Jakarta: Glow of Peace” yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ia menekankan bahwa Jakarta terus berupaya menjadi kota yang inklusif, merangkul seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Jakarta terus belajar merayakan perbedaan sebagai anugerah, bukan sebagai jarak. Jakarta ingin menjadikan keberagaman sebagai jembatan, bukan sebagai sekat,” ujar Rano Karno.

Menurutnya, semangat dalam menjaga keberagaman merupakan elemen krusial dalam upaya membangun Jakarta menjadi sebuah kota global. Kota ini diharapkan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya serta toleransi yang kuat di tengah dinamika global.

Rano Karno menjelaskan bahwa sebuah kota besar tidak hanya diukur dari kemegahan pembangunan fisik atau menjulang tingginya gedung-gedung pencakar langit. Lebih dari itu, ukuran sebuah kota besar juga tercermin dari bagaimana masyarakatnya mampu saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.

“Kota yang besar bukan hanya diukur dari tingginya gedung di kawasan Bundaran HI, tetapi juga dari lapangnya hati kita menerima setiap anak bangsa dengan penuh rasa hormat, penuh ketulusan, dan penuh rasa persaudaraan di antara kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Bundaran HI dalam beberapa waktu terakhir telah bertransformasi menjadi sebuah ruang publik yang dapat dinikmati bersama oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Berbagai acara, mulai dari Christmas Carol, Festival Imlek, Jakarta Bedug Festival, hingga Pawai Ogoh-ogoh, telah sukses digelar di lokasi ikonik tersebut.

Baca juga : Sinetron Istiqomah Cinta Jumat 29 Mei Pukul 18.15 WIB di SCTV

“Cahaya di Bundaran HI bukan hanya hiasan kota. Ini adalah doa yang diterangi bersama agar Jakarta terus menjadi rumah yang damai, toleran, adil, dan menentramkan seluruh warganya,” imbuh Rano Karno.

Tri Suci Waisak

Lebih lanjut, Rano Karno menggarisbawahi bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Suci Waisak, seperti welas asih, harmoni, dan kebijaksanaan, senantiasa menjadi pengingat penting bagi seluruh warga. Nilai-nilai ini mendorong untuk terus menjaga kehidupan yang rukun di tengah perbedaan yang ada.

“Makna Tri Suci Waisak mengingatkan kita pada jalan bijaksana, welas asih, dan harmoni. Nilai-nilai luhur itu melampaui semua jenis batas dan identitas. Ia menyapa nurani kita semua,” jelas Rano Karno.

Selain itu, Rano Karno juga mengajak para tokoh umat Buddha serta seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan Jakarta. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, salah satunya dengan membiasakan memilah sampah dari rumah, tempat ibadah, maupun lingkungan di sekitar.

“Kebaikan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil yang kita jaga bersama,” tuturnya.

Rano Karno menutup pernyataannya dengan harapan bahwa perayaan Waisak tahun ini dapat membawa kedamaian yang mendalam. Ia juga berharap perayaan ini dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan di antara seluruh warga Jakarta.

“Semoga Waisak menghadirkan kedamaian di hati, memperluas welas asih, dan menuntun kita terus menebar kebaikan. Semoga semua makhluk berbahagia,” pungkas Rano Karno.