DermayuMagz.com – Sebuah lubang raksasa menganga di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menciptakan kekhawatiran dan kemacetan. Lubang ini, dengan panjang sekitar 16 meter, muncul di jalur yang mengarah ke Depok.
Insiden ini menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan, terutama pada arus dari Jakarta menuju Depok. Kepadatan terjadi karena penyempitan jalur di sekitar lokasi kejadian.
Lebih mengkhawatirkan lagi, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terperosok ke dalam lubang tersebut. Peristiwa ini terekam oleh kamera CCTV dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.
Tidak hanya pengendara motor, sebuah truk yang membawa puing milik Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan juga mengalami nasib serupa, terperosok di titik yang sama.
Investigasi awal di lapangan mengindikasikan bahwa amblesnya jalan ini sangat berkaitan dengan kondisi saluran air atau got lama yang berada di bawah permukaan jalan. Diduga, struktur drainase yang sudah tua dan mengalami kerusakan tidak lagi mampu menopang beban di atasnya.
Akibatnya, tanah di sekitar saluran mengalami penurunan, yang kemudian berdampak langsung pada amblesnya permukaan jalan. Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, merinci ukuran lubang tersebut, yaitu lebar tiga meter, tinggi tiga meter, dan panjang kurang lebih 16 meter.
Sebelum insiden ini terjadi, area tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda masalah. Pihak SDA telah menerima laporan mengenai kondisi jalan yang tidak beres pada Rabu malam. Keesokan harinya, tim SDA dan Bina Marga melakukan survei bersama.
Saat itu, kerusakan yang terlihat hanyalah permukaan jalan yang bergelombang. Dinas Bina Marga segera melakukan perbaikan dengan meratakan aspal dan memasang rambu peringatan. Harapannya, penanganan ini dapat mengamankan area tersebut.
Namun, meskipun sudah ada rambu, beberapa pengendara dilaporkan masih menabraknya, yang akhirnya berujung pada kejadian amblesnya jalan di malam hari. Pihak SDA sempat menduga adanya kerapuhan pada saluran bawah tanah, namun pemeriksaan mendalam sulit dilakukan karena kondisi saluran yang berair.
Baca juga : Pertamina Perpanjang Kerja Sama Pasokan Gas di Sumsel dan Cikarang
Baru setelah jalan ambles, terungkap bahwa struktur di bawahnya memang rapuh. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengonfirmasi bahwa jalan ambles selebar tiga meter tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan konstruksi saluran air lama di bawahnya.
Santo menjelaskan bahwa saluran tersebut merupakan infrastruktur lama yang kondisinya menurun akibat intensitas musim hujan. Sebagai langkah awal penanganan, pihak SDA telah mengamankan lokasi dengan memasang plat baja sementara untuk menjaga keamanan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas.
Perbaikan permanen direncanakan akan dimulai pada Jumat malam, 29 Mei 2026. Fokus penanganan pada siang hari diarahkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi kejadian. Dinas SDA DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut dan mematuhi pengaturan lalu lintas yang ada.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah merinci kronologi kejadian amblesnya jalan di Jalan Raya Lenteng Agung pada Kamis, 28 Mei 2026. Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menyatakan bahwa laporan awal mengenai jalan yang ambles dan cukup dalam diterima pada Rabu malam, 27 Mei 2026, dari warga dan petugas PPSU.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Sudin Bina Marga Jakarta Selatan langsung melakukan pemantauan pada Kamis pagi, 28 Mei 2026. Tindakan awal dilakukan dengan menggunakan material coldmix untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Penanganan ini dilakukan beriringan dengan koordinasi bersama pihak Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, mengingat dugaan utama kerusakan berasal dari saluran air di bawah badan jalan. Setelah penanganan awal oleh Bina Marga selesai, tim SDA melakukan pemeriksaan terhadap saluran air.
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan bahwa struktur di bawah jalan dalam kondisi kopong, memerlukan penanganan serius dari pihak SDA. Sayangnya, kondisi jalan kembali memburuk pada Kamis sore. Saat pemantauan ulang, jalan dilaporkan kembali retak dan mengalami ambles.
Petugas segera memasang water barrier untuk mengantisipasi potensi kecelakaan. Tak lama kemudian, pada Kamis malam, jalan di lokasi tersebut dilaporkan ambles total, bahkan melebar hingga memakan dua lajur Jalan Raya Lenteng Agung.
Saat ini, pihak Bina Marga akan segera menangani kerusakan yang terjadi. Berdasarkan koordinasi dengan pihak SDA, kerusakan pada crossing saluran air di lokasi tersebut akan segera ditangani oleh SDA.






