DermayuMagz.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar turut memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon secara serentak. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Aksi ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, namun juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Selain di Pantai Padanggalak, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sepanjang pesisir Kota Denpasar hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam keterangannya yang dilansir Antara pada Minggu, 7 Juni 2026, menyatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Ia menambahkan bahwa melalui aksi bersih-bersih dan penanaman pohon yang dilakukan di berbagai lokasi di Denpasar, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Jaya Negara menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Gerakan bersih-bersih dan penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif.
Kesadaran ini penting dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga dampak perubahan iklim. Penanaman pohon, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat ekologis bagi kota.
Sementara itu, aksi bersih-bersih menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah mengakar di masyarakat Denpasar. Jaya Negara meyakini bahwa sekecil apapun langkah yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga berpartisipasi dalam program penghijauan kota.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, Jaya Negara optimis Denpasar dapat menjadi kota yang nyaman, asri, dan lestari. Ia berharap Denpasar dapat terus maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mengungkapkan bahwa dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026, Pemkot Denpasar melalui DLHK telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 50.000 peserta dengan tema “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”. Aksi utama dipusatkan di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur. Peserta meliputi unsur TNI/Polri, ASN, pelajar dari berbagai jenjang, mahasiswa, komunitas, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat dari seluruh desa dan kelurahan.
Ida Bagus Putra Wirabawa menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan kolektif dalam menjaga lingkungan. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pihaknya ingin menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam upaya menjaga kelestarian alam di Denpasar.






