Aurelia Fiona Rintis Gerakan ‘Heart for Health’ untuk Pencegahan Diabetes

Gaya Hidup4 Dilihat

DermayuMagz.com – Finalis Puteri Indonesia Jawa Timur 2026, Aurelia Fiona Widodo, yang akrab disapa Aurel, meluncurkan sebuah gerakan bernama “Heart for Health”. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai pencegahan penyakit diabetes, khususnya di kalangan generasi muda.

Aurel, seorang model dan pengusaha berusia 22 tahun asal Kota Malang, tidak hanya aktif di dunia hiburan dan bisnis. Ia juga merupakan seorang sarjana Bioteknologi yang memiliki minat pada musik dan memasak. Pengalaman kompetitifnya dimulai sejak awal 2020, di mana ia mengalami kegagalan dalam ajang kecantikan tingkat kota.

Namun, Aurel tidak menyerah. Pada tahun 2021, ia kembali mencoba dan berhasil meraih kemenangan. Perjalanan karirnya berlanjut dengan menjadi finalis Duta Wisata Kakang Mbakyu Kota Malang pada tahun 2022. Memasuki tahun 2023, ia mantap berkompetisi di ajang kecantikan tingkat provinsi dan berhasil meraih gelar Runner Up I.

Setelah dua tahun aktif dalam berbagai kegiatan, bertemu banyak orang, dan merasa telah berkembang serta siap berbagi, Aurel memutuskan untuk kembali mencoba kompetisi bergengsi. Pada akhir tahun 2025, ia membulatkan tekad untuk mengikuti pemilihan Puteri Indonesia Jawa Timur 2026.

Di samping prestasinya di dunia pageant, Aurel kini memfokuskan energinya pada advokasi kesehatan melalui gerakan “Heart for Health”. Dorongan utama di balik gerakan ini adalah riwayat diabetes dalam keluarganya dan tingginya angka kasus penyakit tersebut di masyarakat.

Melalui gerakan ini, Aurel ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Ia menekankan bahwa kesadaran ini harus dimulai dari dalam hati.

Dengan latar belakang pendidikannya di bidang Bioteknologi, Aurel memahami bahwa diabetes tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kebiasaan hidup yang kurang sehat. Sejak tahun 2022, ia telah aktif mengampanyekan pengurangan konsumsi gula di media sosial, yang disambut baik oleh para pengikutnya.

Advokasi Aurel semakin meluas pada awal tahun 2025. Ia tidak hanya aktif di dunia maya, tetapi juga mengunjungi sejumlah sekolah dan panti asuhan. Di sana, ia mengajarkan anak-anak tentang cara membaca label gizi, mengenali kandungan gula tersembunyi, dan memahami dampak konsumsi gula berlebihan bagi kesehatan tubuh.

Baca juga di sini: May Day 2026 Bandung Ricuh, Kapolda Jabar Duga Pelaku Kelompok Anarko

Selain itu, Aurel juga menjalin kolaborasi dengan komunitas olahraga khusus wanita untuk memperkuat pesan pencegahan diabetes. Menurut pandangannya, pencegahan diabetes dapat dimulai dari hal-hal sederhana dan tidak memerlukan upaya yang berat, asalkan dibarengi dengan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kesehatan untuk masa depan.

Aurel melihat gerakan “Heart for Health” memiliki potensi besar karena konsepnya yang sederhana dan mudah diterapkan kapan saja serta di mana saja. Edukasi ini dinilai bermanfaat bagi semua usia dan kalangan, meskipun fokus utamanya adalah pada anak-anak dan remaja. Jangkauan audiens juga dapat diperluas secara signifikan berkat peran media sosial.

Namun, ia juga menyadari adanya tantangan yang harus dihadapi. Makanan dan minuman yang kurang sehat seringkali lebih mudah diakses dibandingkan pilihan yang lebih sehat. Selain itu, budaya mengonsumsi makanan manis yang sudah mengakar kuat dalam kebiasaan masyarakat Indonesia menjadi salah satu hambatan besar.

Tantangan terbesar, menurut pemilik akun media sosial Instagram @aurelia.antasia, adalah mengubah perilaku jangka panjang dari sekadar mengetahui menjadi mau dan konsisten untuk terus berubah menjadi lebih baik.

Lebih lanjut, Aurel mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang ia terima. Ia merasa sangat terbantu karena keluarga dan lingkungan di sekitarnya memberikan respons yang positif, tidak hanya dalam mendukung advokasi ini, tetapi juga dalam mendorongnya untuk mengikuti berbagai ajang atau kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan diri dan berbagi dengan sesama.

Di akhir wawancara, Aurel menyampaikan harapan terbesarnya bagi generasi muda. Ia mengajak mereka untuk tidak hanya menjadi generasi yang cerdas dan inovatif, tetapi juga sehat dan tangguh, serta terbebas dari ancaman penyakit diabetes.

“Penyakit ini bukanlah takdir yang harus kita terima, melainkan risiko yang bisa kita kendalikan,” tegasnya. Ia menyerukan, “Tunjukkan bahwa generasi muda adalah generasi sehat, yang memilih masa depan yang penuh vitalitas, bukan penuh penyakit!”