Bekali Lulusan Baru Teknik dengan Kompetensi Tambahan, Tingkatkan Daya Saing

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (UNISMA) mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas dan daya saing para lulusannya, khususnya di sektor konstruksi.

Melalui program Pembekalan Kompetensi Tambahan Bagi Lulusan/Calon Lulusan (Fresh Graduate), UNISMA membekali mahasiswa dan alumni dengan keahlian yang diakui secara nasional. Program ini dirancang untuk memenuhi permintaan industri akan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga sertifikasi profesional yang relevan.

Sebanyak 50 peserta dari tiga program studi unggulan di Fakultas Teknik UNISMA, yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro, turut serta dalam kegiatan ini. Program ini juga melibatkan institusi pendidikan tinggi lain di Malang, termasuk Universitas Negeri Malang (UM), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Merdeka Malang (UNMER), dan Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Namun, UNISMA menonjol berkat kesiapan pesertanya dan dukungan kelembagaan yang kuat.

Baca juga di sini: Pemerintah Kota Cimahi Alokasikan Rp36 Miliar untuk Pembangunan Underpass Gatot Subroto

Dekan Fakultas Teknik UNISMA, Dr. Ir. Ena Marlina, S.T., M.T., menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan teknik di era modern. Beliau berargumen bahwa kemampuan akademis saja tidak lagi cukup. Lulusan harus dibekali dengan pengakuan profesional agar mampu bersaing secara efektif di dunia kerja yang semakin dinamis.

Kegiatan pembekalan ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 27 hingga 30 April 2026. Pelaksanaannya mengacu pada standar kompetensi tenaga kerja konstruksi nasional yang berlaku. Peserta tidak hanya mendapatkan materi pembekalan, tetapi juga akan mengikuti uji kompetensi yang mencakup berbagai skema jabatan kerja (jabker) di industri konstruksi.

Jabker yang menjadi fokus dalam uji kompetensi ini meliputi Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung, Ahli Muda Teknik Jalan, Ahli Muda Teknik Jembatan, Ahli Muda K3 Konstruksi, dan Ahli Muda Keselamatan Konstruksi. Keberagaman skema ini mencerminkan kebutuhan industri yang luas dan spesifik.

Bagi para alumni Fakultas Teknik UNISMA, partisipasi dalam program ini merupakan kesempatan berharga. Kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan aplikasi praktis di lingkungan kerja profesional. Para peserta melaporkan bahwa program ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai standar kerja di lapangan.

Selain itu, kegiatan ini juga terbukti meningkatkan kepercayaan diri para lulusan untuk segera terjun dan berkontribusi langsung dalam proyek-proyek konstruksi. Pengalaman langsung dan pengetahuan praktis yang didapat menjadi modal penting dalam memulai karier.

Melalui inisiatif ini, Fakultas Teknik UNISMA menegaskan komitmennya terhadap penguatan kurikulum yang berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan OBE memastikan bahwa capaian pembelajaran tidak hanya terfokus pada aspek akademis semata, tetapi juga pada pengembangan kompetensi profesional yang dapat diukur dan diakui secara formal.

Ke depannya, UNISMA berencana untuk terus mendorong para lulusannya agar aktif mengikuti program sertifikasi kompetensi. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi universitas dalam menghasilkan lulusan yang benar-benar siap kerja, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

Langkah strategis ini juga sekaligus menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan industri konstruksi di Indonesia, yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dengan lulusan yang kompeten dan tersertifikasi, UNISMA berkontribusi pada penguatan sektor fundamental ekonomi negara.