DermayuMagz.com – Pemerintah Kabupaten Majalengka mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini dilakukan dengan menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung percepatan masa tanam kedua (MT II) tahun 2026, terutama menjelang datangnya musim kemarau.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, secara langsung menyerahkan 69 unit alsintan kepada kelompok-kelompok tani. Penyerahan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) pada Senin, 4 Mei 2026.
Bantuan alsintan ini merupakan wujud dukungan dari Kementerian Pertanian. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka.
Di tengah perubahan iklim yang mulai memasuki musim kemarau, alsintan menjadi solusi krusial untuk mempercepat proses pengolahan lahan. Pemerintah daerah menargetkan agar proses tanam dapat berjalan lebih efisien, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga optimal.
Bupati Eman Suherman mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Majalengka menunjukkan perkembangan yang positif. Produksi padi di daerah ini bahkan telah mencapai surplus beras yang signifikan, dengan angka ratusan ribu ton.
Bantuan alsintan ini merupakan instrumen penting untuk mempercepat siklus tanam dan meningkatkan efisiensi kerja para petani di lapangan. Kami memastikan distribusinya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap wilayah agar pemanfaatannya benar-benar optimal.
Bupati juga memberikan penegasan kepada para penerima bantuan agar memanfaatkan alsintan dengan penuh tanggung jawab. Beliau menekankan bahwa alsintan adalah aset bersama yang harus dijaga dan digunakan demi kemajuan kelompok tani.
Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, menambahkan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berhenti pada distribusi fisik. Pihaknya akan memberikan pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian lapangan. Hal ini penting untuk memastikan alsintan dapat digunakan secara maksimal oleh para petani.
Adapun jenis alsintan yang disalurkan mencakup berbagai alat, seperti traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air, hand sprayer, hingga excavator. Semua alat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan petani, terutama dalam menghadapi potensi kekeringan dan keterbatasan alat.
DKP3 akan secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat guna dan berkelanjutan. Kelompok tani juga didorong untuk mengelola alsintan secara kolektif, sehingga dapat menciptakan nilai tambah ekonomi.
Para petani penerima bantuan menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai alsintan yang disalurkan dapat memangkas waktu pengolahan lahan yang selama ini menjadi kendala akibat keterbatasan alat.
Baca juga: Superman David Corenswet, Supergirl Perlu Syuting Ulang
Dengan adanya dukungan ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimis dapat mempertahankan ketahanan pangan daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan, di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berlangsung.






