Chatib Basri Buka Suara soal Isu Pengganti Purbaya

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013–2014, Muhammad Chatib Basri, akhirnya buka suara terkait isu yang mengaitkannya dengan posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Kabar yang beredar menyebutkan Purbaya akan bergeser ke Bank Indonesia.

Saat dikonfirmasi di Hotel Shangri-La Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026, Chatib Basri memberikan tanggapan singkat mengenai isu tersebut.

“Saya enggak tahu,” ujar Chatib Basri sebelum meninggalkan lokasi.

Isu perombakan kabinet, termasuk kemungkinan pergantian Menteri Keuangan, memang tengah ramai diperbincangkan publik. Muncul spekulasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Dalam skenario yang beredar, Purbaya Yudhi Sadewa diprediksi akan menduduki posisi baru di Bank Indonesia. Sementara itu, kursi Menteri Keuangan disebut-sebut akan diisi oleh Chatib Basri.

Artikel mengenai Chatib Basri yang buka suara soal isu penggantian Purbaya ini menjadi salah satu yang paling banyak diminati di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Rabu, 10 Juni 2026. Berikut adalah tiga artikel terpopuler lainnya yang dirangkum dari Kanal Bisnis Liputan6.com pada hari yang sama.

1. Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
PerbesarEkonom Chatib Basri (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013–2014, Muhammad Chatib Basri, kembali memberikan tanggapannya terkait isu yang mengaitkannya dengan posisi Menteri Keuangan. Posisi ini disebut-sebut akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang kabarnya akan bergeser ke Bank Indonesia (BI).

Saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026, Chatib Basri memberikan jawaban singkat ketika ditanya perihal isu tersebut.

“Saya tidak tahu,” ucap Chatib Basri sebelum memasuki mobilnya.

Isu pergantian Menteri Keuangan memang santer terdengar belakangan ini, menyusul potensi perombakan kabinet yang dikabarkan akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam skenario yang beredar, Purbaya Yudhi Sadewa disebut akan menempati posisi baru di Bank Indonesia. Sementara itu, kursi Menteri Keuangan diprediksi akan diisi oleh Chatib Basri.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Kenaikan BI Rate Bisa Selamatkan Rupiah? Ini Penjelasan EkonomPerbesarTumpukan mata uang Rupiah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%, adalah keputusan yang tepat.

“Menurut saya, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate hari ini merupakan langkah yang tepat karena rupiah sudah melemah lebih dalam dari perkiraan, tekanan global masih tinggi, dan pasar membutuhkan sinyal bahwa BI tidak membiarkan pelemahan rupiah bergerak tanpa respons kebijakan,” kata Josua kepada media di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,50% akan memperkuat daya tarik aset rupiah. Hal ini juga dapat membantu menahan arus keluar modal asing dan mengurangi tekanan pada cadangan devisa yang selama ini digunakan untuk stabilisasi rupiah.

Namun, Josua menekankan bahwa kenaikan suku bunga saja tidak secara otomatis membuat rupiah kembali menguat. Pelemahan rupiah saat ini bukan hanya disebabkan oleh selisih imbal hasil dengan aset dolar AS, tetapi juga merupakan kombinasi dari tekanan global dan kekhawatiran domestik.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Rupiah Ditutup Menguat, Sempat Sentuh Rp 17.983 per Dolar AS