Densus 88 Ringkus 8 Terduga Teroris Sel Tidur MIT

Berita5 Dilihat

DermayuMagz.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil meringkus delapan orang terduga teroris. Penangkapan dilakukan di dua wilayah berbeda di Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.

Keempat terduga teroris diamankan di Kabupaten Parigi Moutong, sementara empat lainnya ditangkap di Kabupaten Poso. Mereka diduga merupakan bagian dari jaringan sel tidur kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Salah satu operasi penangkapan terjadi di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Penangkapan ini berlangsung pada Rabu (6/5) sekitar pukul 01.30 Wita.

Para terduga teroris tersebut berhasil diamankan oleh petugas tanpa adanya perlawanan berarti. Hal ini menunjukkan kesigapan tim Densus 88 dalam menjalankan tugasnya.

Setelah proses penangkapan di Tomoli Utara selesai, petugas segera melakukan penggeledahan di kediaman salah satu terduga. Penggeledahan ini bertujuan untuk mencari barang bukti yang mungkin berkaitan dengan aktivitas terorisme.

Dari hasil penggeledahan, aparat berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan antara lain enam bilah parang, beberapa unit telepon genggam, serta kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Baca juga: Kiai Ashari Pendiri Ponpes Pati Ditetapkan Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati, Ditangkap di Wonogiri

Jufri Haruji, Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, mengungkapkan bahwa salah satu warga yang diamankan dikenal sebagai pedagang buah. Aktivitas kesehariannya pun terlihat normal di tengah masyarakat.

“Yang bersangkutan kesehariannya berjualan buah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di lingkungan warga,” ujar Jufri saat diwawancarai awak media.

Jufri menambahkan bahwa penangkapan ini cukup mengejutkan bagi warga sekitar. Pasalnya, tidak ada aktivitas mencurigakan yang pernah terdeteksi sebelumnya.

Saat ini, kedelapan terduga teroris yang telah diamankan telah dibawa oleh Densus 88. Mereka akan menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami peran dan keterlibatan mereka.

Aparat keamanan juga terus melakukan upaya pengembangan lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan terorisme tersebut.

Penangkapan ini kembali menegaskan bahwa masih ada aktivitas jaringan terorisme yang beroperasi secara tersembunyi di wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan.

Kelompok MIT Poso memang dikenal memiliki rekam jejak yang panjang. Kelompok ini pernah berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan bertanggung jawab atas berbagai insiden serangan di Indonesia, khususnya di wilayah Poso.

Meskipun demikian, kemampuan jaringan MIT Poso telah menunjukkan pelemahan yang signifikan. Hal ini merupakan hasil dari operasi kontraterorisme yang terus dilakukan secara berkelanjutan oleh aparat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Baca: Komentar: Mengapa AI bisa menjadi alat bantu terorisme

Baca: Densus 88 tangkap teroris Yudi Lukito Kurniawan yang pernah berencana serang Singapura

Source: Others/ew(da)