DermayuMagz.com – Dian Sastro membagikan pengalaman tak terduga yang dialaminya saat menjalani proses syuting film “Esok Tanpa Ibu” di kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Pengalaman tersebut berupa momen menegangkan ketika dirinya terjatuh dari kuda yang ditungganginya. Insiden ini menjadi salah satu kejadian paling mendebarkan selama produksi film tersebut.
Menurut penuturan Dian, kuda yang ia tunggangi mendadak panik akibat aktivitas kendaraan yang lalu lalang di sekitar lokasi syuting. Kepanikan kuda tersebut menyebabkan ia terjatuh dari ketinggian.
“Waktu itu kudanya stres karena ada mobil yang pindah parkir. Saya jatuh, tapi, yang kepikiran justru kudanya, karena dia lebih panik dari saya,” ujar Dian Sastro dalam sesi konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin, 19 Januari 2026.
Aktor Ringgo Agus Rahman, yang turut berada di lokasi syuting, mengkonfirmasi bahwa momen tersebut memang sangat menegangkan bagi seluruh tim. Ia menambahkan bahwa Dian Sastro menunjukkan sikap luar biasa dengan tetap berusaha menenangkan kuda meskipun dirinya baru saja terjatuh.
“Dia tetap pegang talinya dan menenangkan kudanya. Padahal posisinya sudah jatuh, padahal kita semua sudah tegang,” ungkap Ringgo, mengapresiasi ketenangan Dian.
Di luar insiden yang menegangkan, proses syuting di Lembang ternyata juga diwarnai dengan momen kebersamaan yang kuat antar para pemain. Ringgo menuturkan bahwa para aktor dan aktris seringkali menghabiskan waktu bersama di luar jadwal syuting resmi.
Baca juga di sini: Manchester City Pesta Gol, Bungkam Salford City 8-0 di Piala FA
Aktivitas bersama ini meliputi kegiatan sederhana seperti makan bersama hingga menonton konser, yang secara keseluruhan mempererat hubungan mereka.
“Jadi, memang kebersamaannya selain di dalam film, di luar, itu juga kita dekat,” kata Ringgo, menekankan pentingnya interaksi di luar peran.
Pernyataan senada disampaikan oleh Ali Fikry, salah satu pemain muda dalam film tersebut. Ia menjelaskan bahwa lokasi syuting yang cenderung terpencil dan jauh dari keramaian kota memaksa para pemain untuk lebih banyak berinteraksi satu sama lain, terutama saat berada di penginapan.
“Kami seperti terisolasi. Malam-malam ngobrol, dengerin musik, bakar marshmallow. Hal-hal sederhana itu yang paling diingat,” kenang Ali Fikry.
Pengalaman-pengalaman di luar kamera inilah, menurut para pemain, yang secara signifikan turut membantu membangun kedekatan emosional mereka. Kedekatan ini kemudian tercermin dalam performa akting mereka di layar lebar film “Esok Tanpa Ibu”.
Film “Esok Tanpa Ibu” merupakan produksi dari BASE Entertainment dan Beacon Film. Film ini dijadwalkan untuk tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai hari Kamis, 22 Januari 2026.






