DermayuMagz.com – Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mengalami lonjakan signifikan, diperkirakan mencapai USD 600 miliar pada tahun 2030.
Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan transformasi digital dan penguatan integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai USD 150 miliar, menjadikannya pemain utama di ASEAN dengan kontribusi sekitar 40% dari total nilai ekonomi digital kawasan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan optimisme ini dalam forum Brussels Economic Security Forum (BESF) di Brussel, Belgia.
Ia menyoroti bahwa besarnya pasar digital domestik menjadi pendorong utama, didukung oleh aktivitas e-commerce, layanan keuangan digital, fintech, hingga ekonomi berbasis platform.
Indonesia diprediksi akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital ASEAN dalam satu dekade mendatang.
DermayuMagz.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah mencapai USD 150 miliar.
Angka ini diperkirakan akan terus meningkat, bahkan berpotensi mencapai USD 400 hingga USD 600 miliar pada tahun 2030.
Pertumbuhan ekonomi digital yang pesat ini didukung oleh beberapa faktor kunci.
Di antaranya adalah jumlah penduduk Indonesia yang besar, penetrasi internet yang terus meningkat, serta perkembangan ekosistem teknologi yang semakin matang.
Airlangga Hartarto menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam forum Brussels Economic Security Forum (BESF) yang diselenggarakan di Brussel, Belgia.
Beliau menekankan bahwa Indonesia saat ini memegang peranan penting dalam ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Kontribusi Indonesia terhadap total nilai ekonomi digital di kawasan tersebut mencapai sekitar 40%.
DermayuMagz.com – Dalam forum Brussels Economic Security Forum (BESF), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia.
Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 150 miliar.
Airlangga memprediksi angka ini akan mengalami peningkatan signifikan, mencapai kisaran USD 400 miliar hingga USD 600 miliar pada tahun 2030.
Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk jumlah penduduk yang besar, penetrasi internet yang terus meningkat, dan ekosistem teknologi yang semakin berkembang.
Indonesia turut berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN, mencapai sekitar 40% dari totalnya.
Dominasi ini mencerminkan kekuatan pasar digital domestik yang didukung oleh berbagai sektor.
Sektor-sektor tersebut meliputi e-commerce, layanan keuangan digital, teknologi finansial, hingga ekonomi berbasis platform.
Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN pada dekade mendatang.
DermayuMagz.com – ASEAN tengah berupaya memperkuat integrasi ekonomi digital melalui penyelesaian ASEAN Digital Economy Framework Agreement atau DEFA.
Perjanjian ini merupakan salah satu inisiatif strategis pertama yang diluncurkan saat Indonesia memegang keketuaan ASEAN.
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, DEFA memiliki potensi besar untuk menggandakan nilai ekonomi digital ASEAN.
Tanpa adanya kerangka kerja bersama, nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan mencapai USD 1 triliun pada tahun 2030.
Namun, dengan implementasi DEFA di sepuluh negara anggota ASEAN, nilainya berpotensi melonjak hingga USD 2 triliun.
Airlangga menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di ASEAN yang akan turut berperan dalam peningkatan nilai tersebut.
DermayuMagz.com – Indonesia terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran, termasuk melalui implementasi QR lintas negara di kawasan ASEAN.
Sistem pembayaran berbasis QR yang dipelopori oleh Indonesia kini telah dapat digunakan di beberapa negara.
Negara-negara tersebut antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan.
Selain itu, Jepang juga telah mengadopsi sistem ini, dan saat ini sedang dijajaki kemungkinan kerjasama dengan Arab Saudi.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa dengan dukungan infrastruktur digital, konektivitas internet yang semakin luas, dan integrasi ekonomi digital ASEAN, target peningkatan nilai ekonomi digital Indonesia sangat mungkin tercapai.
Peningkatan ini diharapkan dapat membawa nilai ekonomi digital Indonesia dari USD 150 miliar saat ini menjadi USD 400 miliar hingga USD 600 miliar pada tahun 2030.






