Engkaulah Nyawaku: Album Spesial BianGindas untuk Penggemar Setia

showbiz5 Dilihat

DermayuMagz.com – Grup musik BianGindas baru saja merilis album terbaru mereka yang bertajuk Engkaulah Nyawaku. Peluncuran album ini juga dibarengi dengan perilisan video musik untuk lagu andalan mereka, “Tarik Ulur”.

Bian, sang vokalis, menjelaskan bahwa album ini merupakan rangkuman perjalanan panjang mereka. Album ini juga didedikasikan sepenuhnya untuk para pendengar setia BianGindas.

Selain Bian, Adji, dan Safir, kehadiran Sony sebagai pemain keyboard memberikan dimensi musikalitas baru yang memperkaya karya-karya mereka di album ini.

Penamaan album Engkaulah Nyawaku dipilih sebagai wujud rasa terima kasih yang mendalam. Bian menegaskan bahwa para penggemar adalah sumber energi utama yang membuat band ini terus bertahan.

“Kami menganggap semua yang terus mendukung BianGindas adalah nyawa dari BianGindas. Tanpa mereka, kami bukan apa-apa,” ungkap Bian kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Lagu-Lagu dalam Engkaulah Nyawaku

Album Engkaulah Nyawaku memuat total 11 lagu. Tema yang diangkat dalam lagu-lagu tersebut mencakup dinamika kehidupan serta pasang surut dalam percintaan.

Beberapa judul lagu, seperti “Mau Nikah Gak Punya Biaya” dan “Mencari Berkah”, diprediksi akan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Fokus utama album ini adalah lagu “Tarik Ulur”. Lagu ini menceritakan tentang kegalauan seseorang yang merasa dipermainkan dalam sebuah hubungan. Melalui lagu ini, BianGindas ingin menampilkan sisi emosional yang jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Dikerjakan Selama 3 Bulan

Seluruh proses produksi lagu dalam album ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Pengerjaan dimulai sejak awal Januari 2026.

Proses produksi dilakukan di beberapa studio berbeda untuk memastikan kualitas audio yang optimal. Keindahan harmoni dalam album ini juga diperkaya oleh sentuhan musisi kolaborator seperti Hendri Lamiri dan Gege.

Kehadiran instrumen biola dan string memberikan nuansa yang lebih megah pada musik pop Melayu yang diusung BianGindas.

Dukungan BianGindas

Album ini juga mendapat dukungan penuh dari Bintang Artha Kreatif, yang bertindak sebagai produser eksekutif. Selain itu, BAM Management juga menjadi bagian penting dalam manajemen resmi mereka.

Bian menyadari bahwa setiap dukungan yang diterima adalah elemen krusial bagi kelangsungan kreativitas mereka.

Melalui album terbarunya ini, BianGindas berharap dapat terus menjalin koneksi yang tulus dan bermakna dengan seluruh pendengar di Indonesia. Album Engkaulah Nyawaku telah tersedia di berbagai platform digital sejak 8 Mei 2026.

Acha Septriasa Gebrak Industri Film, Luncurkan Avarta Media untuk Berburu Cerita Autentik

Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang siap menghadirkan karya-karya berbobot emosional. Aktris Acha Septriasa secara resmi memperkenalkan Avarta Media, sebuah rumah produksi yang didirikan untuk menghasilkan film berkualitas festival.

Baca juga : Karena Arsenal, FIFA Ubah Aturan Piala Dunia 2026

Langkah ini diambil setelah Acha menjalani proses panjang dalam penyusunan naskah dan pemilihan pemain. Ia memiliki ambisi besar dalam membangun rumah produksi ini.

Acha Septriasa menyadari banyaknya potensi cerita menarik di Indonesia yang belum tergarap. Ia berkomitmen untuk terus mencari narasi yang relevan untuk diangkat ke layar lebar agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

“Avarta Media ada karena keinginan untuk menciptakan story yang related dengan culture Indonesia, pasar. Dan kita ingin mengangkat yang menginspirasi dan apa yang dianggap tabu. Kami ingin ke depannya menghadirkan cerita yang sejalan dengan kehidupan siapa pun,” ujar Acha Septriasa di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Acha tidak sendiri dalam mewujudkan mimpinya ini. Ia berkolaborasi dengan dua pengusaha, Arya Setiadharma dan Ardi Setiadharma. Kolaborasi ini terjalin atas kesamaan visi dan misi dalam melihat potensi industri kreatif di Indonesia.

“Sampai akhirnya ketemu Mbak Acha. Banyak visi misi yang sesuai,” tambah Ardi.

Selain berfokus pada kualitas cerita, Avarta Media juga sangat memperhatikan aspek keberlanjutan bisnis perfilman. Mereka berupaya memastikan setiap proyek yang dikerjakan memiliki nilai investasi yang baik bagi para mitra.

Membaca, Terinspirasi, dan Investasi

“Mungkin juga baru-baru ini banyak yang lihat, membaca, terinspirasi, dan investasi di film. Itu jadi problem juga untuk banyak investor. Di situ kami belajar dan tidak ingin investor jadi malu,” jelas Ardi.

Dalam kesempatan yang sama, Acha memperkenalkan Intellectual Property (IP) perdana yang akan diwujudkan dalam film berjudul “9 Aku, Love Heals”. Cerita ini bukan sekadar fiksi, melainkan adaptasi dari perjalanan inspiratif seseorang dengan Dissociative Identity Disorder (DID).

Film ini akan mengangkat kisah tentang sembilan kepribadian berbeda yang terbentuk akibat trauma masa kecil yang disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga.

9 Aku, Love Heals

“Avarta Media akan mengeluarkan first IP kita, judulnya 9 Aku, Love Heals. Kita punya cerita ini dan langsung ketemu sosok Wella. Dia teman kita dan memang ceritanya sangat inspiratif. Dia dari kecil semasa sekolah mengalami Dissociative Identity Disorder (DID),” ungkap Acha.

Selanjutnya, Avarta Media secara resmi mengumumkan proyek adaptasi film dari salah satu karya penulis best seller, Ika Natassa. Film yang berjudul “Satine” ini akan menggambarkan fenomena kesepian yang sering dialami oleh masyarakat urban di kota-kota besar.

Cerita Yang Sangat Dewasa

Acha Septriasa menyambut antusias kerja sama ini karena ia merasa cerita “Satine” sangat relevan dengan kehidupan banyak orang dewasa saat ini. Ia berharap penonton dapat merasa terhubung dengan perasaan hampa yang mungkin mereka alami di tengah kesuksesan karier.

“Ini cerita yang sangat dewasa, aku berharap cerita ini bisa terlibat langsung. Karena cerita ingin mengangkat urban loneliness, semua orang pernah alami sendiri deh. Pernah merasa sukses tapi kok hampa,” ucap Acha Septriasa.