Mahasiswa Tuntut Evaluasi Dinas Lingkungan Hidup Cianjur Akibat Darurat Sampah

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah menghadapi krisis serius terkait pengelolaan sampah yang memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat.

Situasi ini berujung pada aksi unjuk rasa yang digelar oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur. Mereka berkumpul di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap kondisi pencemaran lingkungan dan tumpukan sampah yang semakin memburuk.

Dalam aksi yang dijaga oleh aparat keamanan, para demonstran secara tegas menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja birokrasi di instansi terkait. Mereka berpendapat bahwa upaya penanganan limbah dan polusi yang dilakukan selama ini cenderung bersifat formalitas semata, tanpa mampu menyentuh akar permasalahan yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat.

Kondisi ekologis di Cianjur dinilai telah mencapai tahap kritis dan membutuhkan perhatian serius. Para mahasiswa menilai intervensi nyata dari pemerintah daerah maupun Dinas Lingkungan Hidup masih sangat minim, serta belum menunjukkan dampak perubahan yang signifikan terhadap kebersihan lingkungan di perkotaan maupun pedesaan.

Sebagai bentuk kritik terhadap kegagalan birokrasi dalam menangani masalah sampah, massa aksi melakukan aksi simbolis dengan memindahkan tumpukan sampah dari area publik ke halaman depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup. Tindakan ini bertujuan untuk memberikan pengingat visual kepada para pemangku kebijakan mengenai dampak nyata dari sampah yang terbengkalai di tengah pemukiman warga, yang mencerminkan lemahnya sistem pengawasan lingkungan.

Fauzi Rohmat, selaku koordinator lapangan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud keprihatinan kaum intelektual muda terhadap degradasi lingkungan yang semakin parah. Ia menyoroti ancaman terhadap kesehatan warga akibat ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan fungsi manajerial kebersihan secara efektif.

“Kami menilai kesehatan warga saat ini berada dalam ancaman akibat ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan fungsi manajerial kebersihan secara efektif,” ujar Fauzi Rohmat dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 1 Mei 2026.

Baca juga di sini: Drama Keluarga Fiksi Ilmiah Kolaborasi Tiga Negara

Aksi unjuk rasa ini menelurkan empat tuntutan utama yang disampaikan kepada pemerintah daerah, yaitu:

  • Mendesak adanya langkah taktis yang terukur dalam menanggulangi permasalahan sampah.
  • Menuntut keterbukaan informasi publik terkait alokasi dan realisasi anggaran yang dialokasikan untuk kebersihan.
  • Mendesak Bupati Cianjur untuk melakukan perombakan total terhadap struktur internal di Dinas Lingkungan Hidup.
  • Meminta audit menyeluruh dari aparat penegak hukum terkait dugaan penyimpangan dalam dana operasional pengelolaan sampah.

“Persoalan sampah di Cianjur hari ini bukan lagi persoalan kecil, tetapi sudah menjadi kondisi darurat yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tegas Fauzi Rohmat.

Ia menambahkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Cianjur dinilai gagal menghadirkan solusi yang serius dan efektif dalam menyelesaikan persoalan sampah ini. Oleh karena itu, mahasiswa merasa perlu untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah.

Lebih lanjut, Fauzi Rohmat memaparkan bahwa penempatan tumpukan sampah di depan kantor dinas tersebut merupakan upaya untuk memaksa para pejabat merasakan secara langsung keresahan yang dialami masyarakat setiap hari. Tujuannya adalah agar krisis kebersihan ini tidak dianggap sebagai hal yang biasa oleh para penguasa daerah.

“Jika sampah dibiarkan menumpuk di jalanan dan lingkungan warga, maka pejabat juga harus melihat langsung wajah kegagalan pengelolaan tersebut. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban dari buruknya tata kelola lingkungan,” imbuhnya.

Aksi ini ditutup dengan pernyataan sikap dari para mahasiswa yang menegaskan komitmen mereka untuk terus menjalankan peran sebagai kontrol sosial. Mereka berjanji akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan publik dan transparansi anggaran demi menjaga kelestarian lingkungan Cianjur bagi generasi mendatang.