Menhan Sjafrie Jelaskan Alasan Indonesia Masuk Daftar Pengawasan

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan alasan di balik masuknya Indonesia ke dalam inisiatif internasional bernama Board of Peace (BoP) yang digagas oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Inisiatif yang bertujuan membantu warga Palestina di Jalur Gaza ini, menurut Sjafrie, kini mengalami kemacetan karena ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.

Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa Board of Peace (BoP) merupakan sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina di Gaza, mengingat tingginya angka korban jiwa di wilayah tersebut.

Ia menambahkan bahwa Donald Trump secara spesifik mengajak Indonesia untuk bergabung dalam BoP, bersama dengan negara-negara Arab lainnya. Langkah ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mengingat posisi Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim yang konsisten menyuarakan isu kemanusiaan di Gaza.

Dalam prosesnya, Indonesia tidak serta-merta menerima tawaran tersebut. Pemerintah mengajukan beberapa syarat penting untuk memastikan kedaulatan dan keberlangsungan faksi-faksi di Palestina.

Sjafrie merinci bahwa Indonesia menetapkan prasyarat agar eksistensi Hamas tetap terjaga. Selain itu, Indonesia juga menekankan agar tidak ada kegiatan yang bersifat kekerasan fisik yang dapat menimbulkan korban di kalangan warga Gaza. Persyaratan ini, menurut Sjafrie, telah disetujui oleh beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi.

Namun, Sjafrie mengakui bahwa inisiatif BoP saat ini mengalami kemandekan atau “left behind.” Hal ini disebabkan oleh munculnya ketegangan baru yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah.

Ia menyimpulkan bahwa intensitas konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang terus meningkat menyebabkan BoP menjadi terbengkalai. Akibatnya, ISF (kemungkinan merujuk pada inisiatif atau lembaga terkait lainnya) juga turut mengalami nasib serupa.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menyatakan sikap tegas terkait keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Ia menegaskan kesiapan Indonesia untuk mundur dari dewan tersebut apabila tidak memberikan manfaat bagi Palestina atau tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.

Prabowo menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia akan terus berupaya berkontribusi positif dalam BoP selama masih dapat membantu perjuangan rakyat Palestina. Namun, jika pada akhirnya dinilai tidak produktif, membuang-buang waktu dan energi, serta merugikan kepentingan nasional, maka Indonesia akan mengambil langkah untuk keluar.

Baca juga : Tanam Mint Gantung Estetik di Rumah: Panduan Mudah

Ia menekankan bahwa komitmen Indonesia untuk membela kemerdekaan Palestina telah menjadi prinsip kebijakan luar negeri yang konsisten sejak lama.