PLN Minta Maaf: Tiga Poin Utama

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional yang terjadi pada dua unit pembangkit listrik. Gangguan ini berdampak pada pasokan listrik di sebagian wilayah Jawa.

Untuk memastikan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan, PLN bergerak cepat memulihkan operasional pembangkit tersebut. Perusahaan juga mengoptimalkan sumber daya pembangkit lain dan melakukan pengaturan operasional sistem.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa sistem kelistrikan Jawa secara umum masih dalam kondisi terkendali. Namun, untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di beberapa daerah.

Peristiwa ini menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan. Selain isu PLN, terdapat dua artikel menarik lainnya yang berhasil menarik perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu, 20 Juni 2026.

1. Mati Listrik di Sejumlah Daerah Jawa, PLN Minta Maaf

PT PLN (Persero) tengah berupaya keras mempercepat pemulihan dua unit pembangkit listrik yang mengalami gangguan. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di sistem Jawa.

Gangguan pada pembangkit berkapasitas besar tersebut mempengaruhi kemampuan pasokan listrik secara keseluruhan. Oleh karena itu, PLN mengambil langkah antisipatif dengan mengoptimalkan pembangkit lain dan mengatur operasional sistem.

Gregorius Adi Trianto menjelaskan bahwa PLN berfokus pada pemulihan operasional secepat mungkin. Pengaturan operasional sistem dilakukan secara cermat untuk memastikan pasokan listrik tetap andal bagi seluruh pelanggan.

PLN menyadari dampak yang ditimbulkan oleh pemadaman listrik dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan sistem kelistrikan nasional.

2. Profil Budi Setyawan Wijaya, Nakhoda Baru Pelni

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni kini memiliki nakhoda baru. Budi Setyawan Wijaya resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pelni, menggantikan Tri Andayani.

Penunjukan ini disetujui oleh para pemegang saham dan tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BP Nomor SR-322/BP/06/2026 tertanggal 18 Juni 2026. Budi Setyawan bukanlah sosok asing di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebelum menjabat sebagai Dirut Pelni, Budi Setyawan telah memiliki rekam jejak yang mumpuni. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services), yang merupakan bagian dari Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata.

Pengalaman Budi Setyawan di sektor BUMN diharapkan dapat membawa angin segar dan inovasi baru bagi PT Pelni. Perusahaan pelayaran ini memiliki peran strategis dalam melayani transportasi laut di seluruh Indonesia.

3. RUPS PLN Rombak Jajaran Direksi, Ini Susunan Terbarunya

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT PLN (Persero) tahun 2026 menghasilkan beberapa keputusan penting, termasuk perubahan dalam susunan jajaran Direksi.

Salah satu keputusan signifikan adalah penambahan nomenklatur baru, yaitu Wakil Direktur Utama (Wadirut) PLN. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat struktur manajemen perusahaan.

RUPS yang diselenggarakan pada Kamis malam, 18 Juni 2026, di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan. Perubahan ini juga merupakan bagian dari upaya PLN dalam menghadapi dinamika industri ketenagalistrikan yang terus berkembang.

Selain itu, perombakan jajaran direksi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan nasional di sektor energi. PLN berkomitmen untuk terus bertransformasi demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.