Prabowo Hadiri Santap Siang Bersama Murid Sekolah Rakyat Bali

News2 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk makan siang bersama para siswa dan orang tua mereka saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Momen ini terjadi setelah Prabowo selesai berdialog dengan siswa, calon siswa, serta orang tua dari SRMP 17 Tabanan. Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan para hadirin untuk memulai makan siang dengan ucapan, “Ayo makan, makan.” Kegiatan makan siang ini berlangsung di ruang makan yang tersedia di SRMP 17 Tabanan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo duduk di tengah-tengah para siswa Sekolah Rakyat. Ia juga terlihat berbincang dengan salah satu siswa.

Prosesi makan siang diawali dengan pembacaan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Menu yang disajikan untuk makan siang meliputi nasi putih, ayam goreng, tempe bumbu, dan telur.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali. Kunjungan ini juga mencakup pertemuan dengan calon siswa SRMP 17 untuk tahun ajaran 2026/2027 beserta orang tua mereka.

Kedatangan Presiden disambut dengan semangat oleh para siswa melalui yel-yel dan pertunjukan tari kecak yang dibawakan oleh siswa kelas IX SRMP 17 Tabanan. Setelah itu, Prabowo berinteraksi dengan calon siswa yang akan memasuki kelas VIII.

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan mulai beroperasi pada tahun 2025. Sekolah ini berlokasi di Sentra Mahatmiya Kementerian Sosial dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas yang modern dengan komputer dan layar digital, perpustakaan, dapur, serta asrama.

Para siswa di SRMP 17 Tabanan tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis. Mereka juga difasilitasi tempat tinggal dan makanan bergizi tiga kali sehari secara cuma-cuma.

Menteri Sosial, Gus Ipul, menjelaskan bahwa SRMP 17 Tabanan menerima siswa yang mengalami putus sekolah, berasal dari keluarga tidak mampu, belum pernah mengenyam pendidikan formal, atau berisiko putus sekolah.

Nantinya, para siswa ini akan mengikuti program percepatan pembelajaran untuk mengejar ketertinggalan akademis mereka. Gus Ipul menambahkan bahwa saat ini terdapat total 74 siswa di SRMP 17.

Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya, mengungkapkan bahwa para calon siswa dijangkau melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah masing-masing. Setelah itu, pemerintah melakukan proses skrining untuk memastikan kelayakan para calon siswa.

Beliau menjelaskan bahwa dilakukan pengecekan lapangan (ground check) untuk memverifikasi apakah calon siswa benar-benar memenuhi syarat dan bersedia untuk bergabung. Jika semua persyaratan terpenuhi, barulah siswa tersebut diterima di SRMP.

Menurut Putu Jaya, para siswa SRMP 17 Tabanan berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori tidak mampu, yaitu desil 1 dan desil 2. Mayoritas orang tua siswa berprofesi sebagai petani atau buruh harian.

Beliau menegaskan bahwa para siswa yang diterima berasal dari kelompok ekonomi yang paling membutuhkan.