DermayuMagz.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, memberikan sebuah pesan kepada presenter dan pengusaha Raffi Ahmad sebelum berpisah di Tanah Suci. Bahlil meminta Raffi untuk mencari pencipta lagu viral “Mas Bahlil Ganteng” (MBG).
Permintaan ini disampaikan Bahlil kepada Raffi Ahmad yang juga sedang menunaikan ibadah haji. Bahlil, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, berharap Raffi dapat membantu mengidentifikasi sosok di balik lagu yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Video permintaan Bahlil tersebut diunggah oleh Raffi Ahmad melalui akun Instagram pribadinya yang telah terverifikasi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam video itu, Bahlil tampil rapi mengenakan baju koko putih yang dipadukan dengan luaran hitam.
“Fi, selamat kembali ke Tanah Air. Kita berpamitan, semoga hajinya mabrur. Saya titip oleh-oleh untuk keponakan, Rafathar. Eh, tapi Fi, jangan lupa ya, tolong cari itu, yang menciptakan lagu MBG. Kita hargai betul, saya kaget juga. Jadi, tolong bantuin saya,” ujar Bahlil dalam video tersebut.
Raffi Ahmad merespons permintaan tersebut dengan antusias. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari perjalanannya bersama Bahlil. Raffi menyatakan kekagumannya terhadap perjalanan hidup Bahlil.
“Saya di sini banyak dapat nasihat dan juga cerita hidupnya dari Kanda Bahlil. Ini luar biasa, saya saja anak Bandung yang dari bawah ini ternyata enggak ada apa-apanya sama beliau. Waduh, cerita hidupnya benar-benar membuat kami motivasi buat anak muda,” ungkap Raffi.
Dalam keterangan unggahannya, Raffi Ahmad mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan spiritual hajinya yang penuh dengan pelajaran. Ia berharap dapat menunaikan ibadah haji mabrur dan kembali ke tanah air membawa kebaikan serta keberkahan.
Ketika Kakanda Memberi Amanat
Raffi Ahmad menganggap permintaan Bahlil Lahadalia untuk mencari pencipta lagu “MBG” sebagai sebuah amanat. Ia pun segera mengumumkan pencarian tersebut melalui akun media sosialnya.
Aktor yang juga dikenal sebagai presenter ini mengunggah pengumuman yang ditujukan kepada pencipta lagu “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” di media sosial. Ia berharap sang pencipta dapat segera ditemukan.
“Di sela-sela perjalanan, sempat berbagi cerita dan pengalaman dengan Kakanda Bahlil Lahadalia. Tapi ternyata ada satu amanat yang masih dibawa sampai sekarang. Untuk pencipta lagu MBG jangan lupa Kakanda Adinda Kakanda Adinda, tenang, masih dicari!” tulis Raffi Ahmad dalam unggahannya.
Dikasih Apresiasi dari Kakanda
Lebih lanjut, Raffi Ahmad menjelaskan bahwa Bahlil berjanji akan memberikan apresiasi kepada pencipta lagu tersebut jika berhasil ditemukan. Hal ini tentu menjadi kabar baik dan motivasi bagi para kreator musik.
“Kata Kakanda Bahlil, insyaallah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda. Jadi yang merasa penciptanya, siap-siap saja ya dapet rezeki. Terus semangat berkarya yang positiv dan selalu semangat,” tambahnya.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia memang sempat mengungkapkan keterkejutannya atas viralnya lagu “Mas Bahlil Ganteng”. Ia mengakui bahwa popularitas lagu tersebut terjadi secara alami dan tidak merasa keberatan namanya dijadikan judul lagu.
Menghargai Kreativitas
Bahlil Lahadalia menyatakan apresiasinya terhadap kreativitas anak muda yang menghasilkan lagu tersebut. Namun, ia juga memberikan pesan penting terkait penggunaan media sosial.
Baca juga : SBY dan Jokowi Absen di Upacara Hari Lahir Pancasila
Bahlil mengingatkan agar kreativitas yang ditampilkan tidak sampai menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ia menekankan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan terukur.
“Saya menghargailah kretivitas orang-orang, anak-anak muda, itu teman-teman. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur, contoh: jangan sampai masuk di SARA,” imbau Bahlil.
Pesan ini menunjukkan bahwa Bahlil mendukung ekspresi kreatif, namun tetap mengedepankan etika dan norma yang berlaku, terutama dalam konteks keragaman masyarakat Indonesia.
DermayuMagz.com – Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan tanggapan tegas terkait isu orang ketiga yang disebut-sebut memengaruhi sikap kliennya pasca-perceraian dengan Ruben Onsu. Menurutnya, pembahasan mengenai kehidupan pribadi Sarwendah di tengah proses hukum terkait aset dan hak asuh anak tidaklah relevan.
Chris Sam Siwu menekankan bahwa fokus seharusnya tertuju pada substansi hukum yang sedang berjalan, bukan pada ranah pribadi Sarwendah. Ia berpendapat bahwa jika Sarwendah telah memiliki pasangan baru setelah resmi bercerai, hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dan merupakan haknya.
“Mungkin klien kami sudah punya kehidupan dengan pasangan lain kan normal-normal saja karena memang sudah bercerai ya silakan. Begitu pun mungkin dari pihak klien Bang Minola juga sudah punya pasangan hidup lain kan kita enggak tahu juga. Tapi itu tidak mempermasalahkan,” ujar Chris Sam Siwu saat ditemui di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 31 Mei 2026.
Ia juga membantah anggapan bahwa Sarwendah mudah dipengaruhi oleh pihak lain dalam mengambil keputusan. Chris menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil Sarwendah murni didasari oleh fakta-fakta hukum yang ia alami selama proses perceraian.
“Klien kami tidak bisa dipengaruhi siapa pun. Klien kami murni semuanya fakta bahwa berbalik 180 derajat dari apa yang disampaikan Bang Minola. Kita bisa buktikan. Kita punya alasan. Kita punya dasar. Hanya masalah anak. Masalah anak bukan barang betul, sehingga koordinasikan,” tuturnya.
Makanya Kami Selalu Menolak
Chris Sam Siwu menambahkan bahwa masalah terkait pertemuan anak seharusnya tidak dikaitkan dengan kehadiran orang baru dalam kehidupan masing-masing pihak. Baginya, komunikasi yang baik antara ayah dan ibu adalah kunci utama, dan hal tersebut tidak boleh terputus hanya karena sentimen pribadi.
“Anak itu adalah anak bapak dengan ibu. Itu fungsinya bapak, komunikasi dengan mantan istri enggak apa-apa, enggak ada masalah itu, enggak ada pengaruh. Komunikasi dengan mantan istri sehat-sehat saja, wajar-wajar saja ya kan. Jadi jangan lagi ke mana-mana: Hubungi pengacara. Loh kami yang bingung juga,” jelas Chris Sam Siwu.
Chris Sam Siwu merasa keberatan jika urusan domestik antara orang tua dan anak harus selalu melalui jalur kuasa hukum. Ia berpendapat bahwa ada hal-hal yang terlalu teknis untuk diurus oleh pengacara, terutama jika kedua belah pihak memiliki niat baik untuk berkomunikasi.
“Kami mengurusi hal-hal yang buat kami sudah terlalu jauh ke teknis orang tua dengan anak. Makanya kami selalu menolak,” pungkasnya.






