Respons Kapolri Terhadap Rencana Demo Mahasiswa, Aksi Tetap Terkendali

News1 Dilihat

DermayuMagz.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan tanggapan terkait rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan dilakukan oleh mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya penyampaian aspirasi yang konstruktif dan menjaga ketertiban umum.

Kapolri mengimbau seluruh masyarakat untuk menyalurkan pendapat mereka dengan cara yang membangun. Hal ini penting demi menjaga stabilitas dan kenyamanan bersama.

Beliau menegaskan bahwa Polri menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, semua kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.

“Kami, Polri, tentunya akan terus menjaga agar apa pun bentuk kegiatan dan aspirasi dari masyarakat semuanya dalam kondisi yang konstruktif dan terukur,” ujar Listyo.

Lebih lanjut, Kapolri menyatakan bahwa institusinya akan terus berupaya mengawal setiap kegiatan masyarakat. Tujuannya adalah agar semua kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan aman dan kondusif.

“Dan itu menjadi imbauan kita bersama di tengah situasi yang ada,” tambah Listyo.

Sebelumnya, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga telah menyatakan kesiapannya dalam menjaga stabilitas keamanan negara. Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya narasi dan informasi di media sosial mengenai rencana aksi demo besar.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menyampaikan bahwa seluruh prajurit TNI pada dasarnya selalu dalam kondisi siaga penuh. Ia bahkan menggambarkan kesiapan institusinya melebihi jam kerja normal demi mengamankan negara.

“Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari. Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap,” tegas Brigjen Muhammad Nas.

Meskipun demikian, Nas menegaskan bahwa hingga saat ini jajaran internal TNI belum melakukan langkah-langkah antisipasi khusus atau pengamanan luar biasa terkait isu pergerakan massa tersebut.

“Belum sampai ke sana. Belum,” singkat Nas menambahkan.

Wacana mengenai potensi aksi demo besar ini sebelumnya juga sempat diutarakan oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel. Hal ini diungkapkannya setelah menjalani sidang vonis terkait kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 Kemnaker pada Kamis, 4 Juni 2026.

Noel mengingatkan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemungkinan adanya eskalasi politik yang matang. Ia memprediksi bahwa pada periode Juni hingga Juli 2026, bisa terjadi pergerakan massa yang masif jika pemerintah tidak peka terhadap gejolak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, IHSG juga babak belur. Itu salah satu indikator bahwa ke depan bisa muncul gejolak sosial yang berawal dari gejolak ekonomi,” ujar Noel.

Ia juga menyarankan agar Presiden Prabowo segera merapatkan barisan. Saran ini termasuk melakukan seleksi mitra politik strategis yang memiliki loyalitas kuat. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemerintahan dari potensi guncangan politik dari luar.