Serunya The Virgin Syuting Film di Citeureup, Tak Ada Sinyal

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – The Virgin, grup musik yang digawangi Dara dan Mita, kembali menyapa penggemar film layar lebar lewat karya terbaru mereka, “Tanah Sengketa”. Film ini menandai kembalinya duo musisi tersebut ke dunia perfilman setelah jeda sekitar sembilan tahun.

Film “Tanah Sengketa” sendiri dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026. Cerita film ini berpusat pada sosok Yuni, seorang mahasiswi yang penuh idealisme. Ia datang ke Kampung Degong dengan misi mulia untuk mendirikan taman belajar gratis bagi anak-anak desa.

Namun, niat baik Yuni disambut dengan keraguan oleh sebagian warga desa. Kepala Desa (diperankan oleh Boy Crosby) dan Bu Inem (Dewi Sartika) sempat mengingatkan Yuni tentang sebuah tanah lapang yang konon angker dan menyimpan aura mistis.

Meskipun mendapat peringatan, semangat Yuni untuk membangun taman belajar tidak surut. Ia mendapatkan dukungan penuh dari Raka (diperankan oleh Awan Reyhan), seorang pemuda desa yang berhati baik dan selalu siap membantu. Berbeda dengan warga desa lainnya, Raka cenderung skeptis terhadap hal-hal mistis dan lebih memilih pendekatan logis.

Seiring berjalannya waktu, Yuni mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan teror mistis. Mulai dari tulisan peringatan gaib hingga penampakan sosok wanita bernama Sulastri (diperankan oleh Marlene Sheryl), semua ini membawa Yuni dan Raka untuk mengungkap sebuah rahasia kelam yang telah terkubur selama bertahun-tahun.

Dalam proses syuting film “Tanah Sengketa” yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat, Mita mengungkapkan banyak kenangan manis yang tercipta. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah tidak adanya sinyal telepon sama sekali di area syuting.

Mita justru menilai hal tersebut sebagai sebuah keuntungan. “Seru banget. Syutingnya di daerah Citeureup. Paling penting yang bikin seru itu karena di sana sinyal enggak ada sama sekali. Jadi kita syuting itu benar-benar ngobrol terus satu sama lain. Saling berinteraksi,” ungkap Mita kepada awak media di Jakarta Selatan pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ketiadaan sinyal tersebut, menurut Mita, justru mempererat hubungan antar kru dan pemain. Mereka jadi lebih fokus pada interaksi tatap muka dan membangun kekeluargaan yang lebih kuat.

“Jadi enggak sibuk dengan handphone masing-masing karena sinyal enggak ada sama sekali. Itu bikin kita justru makin dekat, itu pengalaman baru. Kekeluargaan lebih erat lagi menurut aku karena enggak ada orang yang sibuk sama handphone,” lanjutnya.

Film “Tanah Sengketa” diproduksi oleh Ocean Production di bawah arahan sutradara Muda Saleh dan Sadly Fafa Rachman. Kembalinya The Virgin ke layar lebar setelah penantian panjang ini menjadi salah satu hal yang sangat disyukuri oleh Dara dan Mita di tahun ini.

Bagi Mita, penampilan berbeda dalam film ini juga menjadi catatan tersendiri. Ia tampil mengenakan hijab lebar yang menutupi dada, sesuai dengan karakter Lina yang diperankannya. Hal ini cukup membuatnya deg-degan.

“Lina ini sebenarnya gadis desa. Jadi penginnya tampil agak syari,” terangnya mengenai penampilannya.

Kembali berakting di depan kamera setelah sekian lama, terutama dengan penampilan yang berbeda, memang menimbulkan rasa gugup. Mita bahkan mengakui bahwa rasa deg-degan saat tampil di depan publik tidak hanya terjadi saat syuting film, tetapi juga saat mereka manggung.

“Pasti deg-degan, nyanyi juga sampai sekarang masih deg-degan. Kalau aku deg-degan karena disuruh pakai hijab. Soalnya aku takut nanti jadi prokontra karena aslinya tidak berhijab. Jadi agak deg-degan, tapi mudah-mudahan bisa dinikmati,” harap Mita.

Film “Tanah Sengketa” dijadwalkan tayang di bioskop mulai 25 Juni 2026.

Sementara itu, dalam ajang SCTV Music Awards 2026 yang digelar pada Kamis (18/6/2026) di Studio 6 Emtek City, Jakarta Barat, Rizky Febian dan Adrian Khalif berhasil mendominasi penghargaan. Duet mereka melalui lagu “Alamak” berhasil menyabet tiga piala sekaligus.

Kategori yang dimenangkan oleh Rizky Febian dan Adrian Khalif adalah Kolaborasi Paling Ngetop, Video Klip Paling Ngetop, dan Lagu Paling Ngetop. Kemenangan ini menjadi bukti kesuksesan kolaborasi mereka di industri musik.

Rizky Febian mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menganggap keberhasilan lagu “Alamak” sebagai bagian dari rencana Tuhan dan hasil kerja keras tim yang terlibat. Baginya, ini adalah pencapaian yang berarti setelah melalui perjalanan panjang bersama Adrian Khalif.

“Pada akhirnya semua sudah diatur Allah SWT. Dari awal kami membuat lagu ini karena memang suka dan cinta dengan karya tersebut. Hari ini saya terharu karena bisa memegang piala bersama Adrian lewat lagu Alamak,” ujar Rizky Febian usai menerima penghargaan.

Selain itu, SCTV Music Awards 2026 juga memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Vidi Aldiano. Sebuah tribute spesial dipersembahkan oleh Top 14 The Icon yang membawakan lagu hits Vidi, “Nuansa Bening”.

Acara penghargaan yang dipandu oleh Raffi Ahmad, Ananda Omesh, dan Aqeela Calista ini semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi papan atas Indonesia. Salah satunya adalah penampilan Barasuara bersama Top 14 The Icon yang membawakan lagu “Terbuang Dalam Waktu”.

Para bintang sinetron unggulan SCTV dari serial seperti Asmara Gen Z, Beri Waktu Cinta, Istiqomah Cinta, dan Jejak Duka Diandra juga turut memeriahkan malam penghargaan SCTV Music Awards 2026.

Acara ini menghadirkan delapan kategori utama dan satu kategori khusus, yaitu Penyanyi Paling Sosmed. Selain itu, ada pula dua kategori baru yang diperkenalkan tahun ini: Penyanyi/Duo/Grup Berbahasa Daerah Paling Ngetop dan Lagu Berbahasa Daerah Paling Ngetop.