Sherly Tjoanda Targetkan Maluku Utara Jadi Pusat Hilirisasi Nikel Dunia

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memiliki visi ambisius untuk menjadikan daerahnya sebagai acuan global dalam praktik hilirisasi nikel yang berkelanjutan. Dengan kontribusi signifikan terhadap pasokan nikel dunia, Maluku Utara diposisikan sebagai simpul krusial dalam rantai pasok mineral kritis global.

Visi ini diungkapkan dalam sebuah diskusi dengan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, yang diselenggarakan bertepatan dengan Indonesia Critical Minerals Conference 2026. Sherly Tjoanda menegaskan bahwa kesuksesan hilirisasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau jumlah investasi yang masuk.

Tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan masyarakat lokal dapat memainkan peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri. Hal ini mencakup partisipasi sebagai tenaga kerja terampil, pelaku usaha, hingga penyedia pasokan yang mendukung operasional industri di wilayah tersebut.

“Kami sedang berupaya keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat agar lebih banyak warga Maluku Utara dapat berkontribusi secara signifikan dalam industri,” ujar Sherly.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya dorongan untuk pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik yang selaras dengan kebutuhan sektor industri. Tujuannya adalah agar ke depannya, semakin banyak masyarakat lokal yang dapat mengisi posisi-posisi strategis dalam industri.

Ekonomi Maluku Utara Meroket

Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan, mencapai 19,64 persen. Angka ini menjadikan Maluku Utara sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Perkembangan pesat ini didorong oleh aktivitas pengolahan dan pertambangan yang terus mengalami ekspansi. Komoditas berbasis besi baja, nikel, dan bahan kimia anorganik menjadi penopang utama, menyumbang 96,65 persen dari total nilai ekspor daerah.

Fenomena serupa juga terlihat di tingkat nasional. Nikel menjadi kontributor utama dalam realisasi investasi hilirisasi di Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2026. Investasi nikel saja mencapai sekitar Rp 41,5 triliun dari total realisasi investasi sebesar Rp 147,5 triliun.

Standar Kelas Dunia

Praktik hilirisasi nikel di Maluku Utara mendapat apresiasi positif. Ketua ESDM Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, Ovan Tito, memberikan pengakuan setelah melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Weda-bay Industrial Park (IWIP).

Ovan Tito menilai bahwa proses hilirisasi nikel yang diterapkan di Maluku Utara dapat dijadikan contoh dan acuan. Hal ini relevan mengingat meningkatnya permintaan global terhadap mineral kritis yang sangat dibutuhkan untuk mendukung transisi energi dunia.

“Setelah menyaksikan langsung operasional di lapangan dan investasi lingkungan yang telah dilakukan, kami melihat sebuah ekosistem industri yang beroperasi pada skala kelas dunia. Mereka terus berupaya untuk meningkatkan standar keberlanjutan,” ungkap Ovan Tito.