DermayuMagz.com – Inovasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga kini menjadi kunci penting dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di berbagai daerah. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari material yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
PT Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu perusahaan yang actively mengembangkan program-program inovatif di Balikpapan dan Madiun. Fokus utamanya meliputi pengolahan sampah plastik, pemanfaatan limbah rumah tangga, digitalisasi bank sampah, serta pengurangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari operasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menekankan bahwa ekonomi sirkular merupakan pendekatan strategis. Tujuannya adalah menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat luas.
“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” jelas Roberth.
Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah Program Community Involvement and Development (CID) Pelita (Pengelolaan Lingkungan Terpadu) Borneo. Program ini dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan.
Program Pelita Borneo secara spesifik mengolah sampah plastik rumah tangga. Sampah seperti kemasan sachet dan bungkus makanan diubah menjadi produk bernilai guna. Produk-produk ini antara lain roster, paving block, dan lembaran LDPE (LDPE Sheet). Proses ini dilakukan tanpa melalui tahap pembakaran.
Lebih lanjut, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik. Sampah organik diubah menjadi kompos yang bermanfaat. Selain itu, minyak jelantah dimanfaatkan untuk memproduksi sabun padat, sabun cair, dan lilin.
Inisiatif-inisiatif ini memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi timbulan sampah dan limbah rumah tangga, program ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh penghasilan dari pemanfaatan material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai.
Di wilayah Jawa Timur, upaya serupa dilakukan oleh Fuel Terminal Madiun. Mereka menggalakkan pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan. Inovasi ini didukung oleh aplikasi digital bernama Sokrosok.
Aplikasi Sokrosok memberikan kemudahan bagi masyarakat. Proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik menjadi lebih efisien. Selain itu, aplikasi ini meningkatkan transparansi dalam pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital.
Proses tidak berhenti pada pengumpulan sampah anorganik. Sampah yang terkumpul kemudian diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Hal ini dilakukan melalui kegiatan Workshop 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Produk-produk yang dihasilkan dari workshop ini beragam, mulai dari plakat, kipas, meja, gantungan kunci, hingga sapu plastik. Seluruh produk ini memanfaatkan sampah anorganik yang telah dikumpulkan.
Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan menunjukkan dampak positif yang signifikan. Tercatat pengurangan volume sampah organik mencapai 16.000 kilogram. Sementara itu, sampah anorganik berhasil dikurangi sebanyak 1.380 kilogram.
Program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi metana. Jumlahnya mencapai sekitar 2.013 kilogram per tahun. Selain itu, program ini mampu menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.
Dari sisi ekonomi, kelompok masyarakat yang terlibat dalam Proklim Pesanggrahan mencatat peningkatan pendapatan kumulatif. Jumlahnya mencapai Rp 14,6 juta. Penghematan biaya listrik juga tercatat sekitar Rp 700 ribu per bulan.
Penghematan biaya listrik ini dicapai melalui pemanfaatan energi surya. Program ini melibatkan sekitar 40 anggota aktif. Manfaat tidak langsungnya dirasakan oleh lebih dari 3.000 masyarakat di sekitar wilayah Pesanggrahan.
Kurnia Fidia Wati, salah satu tokoh penggerak Proklim Pesanggrahan, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi antara masyarakat dan perusahaan.
“Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan gotong royong,” ujar Kurnia, menekankan semangat kebersamaan dalam program ini.
Melalui berbagai inisiatif yang telah disebutkan, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kontribusinya. Perusahaan ini mendukung pengurangan timbulan sampah dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga aktif dalam pengembangan ekonomi sirkular di berbagai wilayah operasionalnya.
Komitmen ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat. Hal ini juga mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara keseluruhan.






