Uji Coba Cairan Eco Lindi untuk Mengatasi Bau di TPS Tambora

News6 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan uji coba cairan inovatif bernama ‘Eco Lindi’ di dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kecamatan Tambora. Tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk menetralisir bau tidak sedap yang timbul dari tumpukan sampah.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengungkapkan harapannya bahwa penerapan teknologi ini dapat menjadi solusi efektif. Inovasi ini diharapkan mampu mengatasi masalah bau sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Eco Lindi ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan bau. Kita akan lihat dalam beberapa waktu, pastinya ini akan terjadi perubahan yang signifikan, khususnya mengenai masalah bau dan bagaimana kita bisa mengelola sampah dari sumber dengan lebih efektif,” ujar Iin di Jakarta.

Cairan Eco Lindi sendiri merupakan produk ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk menetralkan bau sampah. Bahan dasarnya adalah fermentasi air lindi, yang merupakan cairan sisa dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dicampur dengan molase (air tebu), asam sulfat, serta katalis organik.

Uji coba perdana ini dilaksanakan di depo sampah Kelurahan Duri Utara. Pelaksanaan uji coba ini juga mendapat pendampingan langsung dari tim ahli yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo, sebuah daerah yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah.

Baca juga : Aurelien Tchouameni Buka Suara Soal Konflik dengan Federico Valverde

Alasan Pemilihan Kecamatan Tambora

Pemilihan Kecamatan Tambora sebagai lokasi percontohan pertama bukanlah tanpa alasan. Iin menjelaskan bahwa kecamatan ini memiliki karakteristik wilayah yang sangat padat penduduk.

Selain itu, Tambora juga dikenal menghasilkan jenis limbah yang spesifik. Keterbatasan lahan untuk TPS di wilayah padat ini menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah.

Iin menambahkan bahwa Tambora memiliki potensi sampah dari limbah industri konveksi. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih serius.

Setelah keberhasilan uji coba di Tambora, Pemerintah Kota Jakarta Barat berencana untuk menerapkan penggunaan Eco Lindi secara bertahap. Rencananya, teknologi ini akan diperluas ke tujuh kecamatan lainnya di wilayah Jakarta Barat.

Penerapan di kecamatan lain akan diiringi dengan koordinasi yang matang dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan teknologi Eco Lindi.

Penemu cairan Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, mengungkapkan bahwa inovasi ini telah dikembangkannya sejak ia masih menjadi mahasiswi. Pengembangan ini memakan waktu sekitar empat setengah tahun.

Kini, teknologi Eco Lindi telah diterapkan di lebih dari tujuh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan keberhasilan dan efektivitasnya dalam skala yang lebih luas.

Rania menekankan bahwa bahan utama dari Eco Lindi adalah air lindi. Tujuannya adalah untuk mengubah air lindi menjadi cairan yang ramah lingkungan. Proses ini dilakukan dengan memicu reaksi katalisis.

Reaksi katalisis ini bertujuan agar sampah tidak lagi menimbulkan bau menyengat. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan dapat mengurangi produksi gas metana yang berbahaya dan mencegah munculnya lalat yang dapat menyebarkan penyakit.

Lebih lanjut, Rania menyatakan keyakinannya terhadap keamanan cairan formulasi Eco Lindi bagi lingkungan. Keamanan ini telah terbukti melalui berbagai hasil uji coba yang telah dilakukan.

Bahkan, ia telah melakukan eksperimen dengan mengaplikasikan cairan Eco Lindi pada tanaman dan kolam ikan. Hasilnya, tanaman tetap tumbuh subur dan ikan-ikan di kolam pun tidak mati, membuktikan bahwa cairan ini aman bagi ekosistem.